by

Tingkatkan Daya Saing PTKIN, Revolusi Industri 4.0 Topik Utama FGD di IAIN Cirebon

CIREBON, SC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi tuan rumah Focus Discution Group (FGD) perencanaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia di Grage Hotel, Rabu (14/8/2019). Kegiatan yang dihadiri 100 peserta dari STAIN, IAIN, dan UIN  ini mendiskusikan berbagai program yang menjadi prioritas PTKIN.

Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Adib MAg menjelaskan, program yang menjadi prioritas tersebut ialah peningkatan daya saing PTKIN baik di tingkat regional maupun global dan tantangan perguruan tinggi ke depan terutama dalam tantangan revolusi industry 4.0. Untuk itu, kata dia, seluruh PTKIN harus mampu melahirkan sarjana tangguh yang mampu dan memiliki daya saing.

“Forum ini akan merumuskan program-program di tahun 2020 sebagai kelanjutan dari rencana prioritas oleh Direktorat Pendidikan Islam. Acaranya dilaksanakan selama 3 hari, yaitu dari mulai tanggal 14 sampai 16 dengan berbagai narasumber untuk membahas perencanaan tersebut,” katanya kepada Suara Cirebon di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, PTKIN adalah ujung tombak dari pengawalan modernisasi Islam yang mampu melahirkan gagasan-gagasan dari tri dharma perguruan tinggi juga menciptakan prototipe modernisasi Islam di Indonesia. Selain itu, PTKIN juga dapat  mengintegrasikan ilmu atau sains dan Islam yang disebut  Pusat Ilmiah Prioritas (PIP) yang menjadi titik tolak dari pengembangan ilmu dan sains di  PTKIN.

“Melalui kegiatan ini, kami sebagai tuan rumah juga bisa memperkenalkan program kami yang sudah menjadi prioritas di kalangan PTKIN,”  ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg dalam sambutannya mengatakan, tim perencana PTKIN selalu dituntut untuk cermat. Pasalnya, ke depan tim ini akan menghadapi berbagai kendala dalam proses pelaksanaanya.

“Oleh karena itu saya dukung terus, jangan sampai putus asa, karena berbagai tuntutan dalam kerjaan seperti ini. Untuk itu harus mempunyi mental baja dan rasa keikhlasan. Karena tanpa itu semua pekerjaan kita akan terbengkalai. Dan semoga dapat terus melayani dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Arif)

Comment