by

HMJ Iqtaf IAIN Cirebon Pupuk Minat Masyarakat Untuk Menghafal Alquran

CIREBON, SC- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alquran dan Tafsir (Iqtaf) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Dirasah Digital, Minggu (21/6/2020). Acara yang berlangsung via live instagram itu mengusung tema “Menghafal Al-Qur’an Metode Lauh”.

Divisi Minat dan Bakat HMJ Iqtaf, Qotrunnada mengatakan, acara ini sebagai upaya membudayakan menghafal Alquran bagi masyarakat, atau khususnya bagi kalangan mahasiswa.

“Untuk di Indonesia sendiri bisa kita terapkan metode ini, jika memang lebih banyak kemanfaatan yang di dapat, untuk menambah kualitas dan menjaga pribadi penghafal Alquran,” kata Nada.

BACA JUGA: IAIN Cirebon Rencanakan Wisuda Online

Ketua HMJ Iqtaf, Fasfah Sofhal Jamil mengaku, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk semangat mahasiswa dan masyarakat dalam menghafal Alquran.

“Dalam menghafal Alquran memang biasanya masing-masing individu mempunyai metode tersendiri, metode ini hanya penawaran saja dan mungkin bisa jadi pilihan,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga merupakan identitas dari jurusan mahasiswa Iqtaf itu sendiri.

Sementara itu, narasumber dalam acara ini, Nadia Abdurrahman menyampaikan, jika dilihat dari segi bahasa, kata lauh dalam bahasa arab mempunyai arti papan, jadi bisa diartikan menghafal Alquran menggunakan media papan.

“Metode ini biasa dilakukan oleh orang-orang di negara Maroko, al-Jazair, Tunisia dan sekitarnya yang berada di setikar kawasan ujung Afrika. Mereka masih menggunakan alat tradisional yaitu papan. Papannya sendiri terbuat dari pelapah pohon zaitun sedangkan qira’at yang biasa mereka baca ialah qira’at warasy,” terang alumnus Institut Imam Nafie Tanger Maroko ini.

BACA JUGA: HMJ Iqtaf IAIN Cirebon Bahas Wajah Islam via Daring

Akan tetapi, kata dia, menghafal Alquran dengan metode apapun itu baik, tergantung pribadi masing-masing lebih nyaman dan suka dengan metode yang seperti apa.

“Kalau metode lauh sendiri tidak hanya khatam secara hafalan, tetapi khatam secara tulisan, karena penekanan dengan metode lauh yaitu penalaran atau gambaran ayat-ayat yang dihafalkan. Semakin banyak melibatkan anggota tubuh untuk menghafal, semakin banyak juga faedah yang dirasakan bagi orang yang menghafalkan Alquran,” ujarnya. (Arif)

Comment