by

Bangga dengan Koran Pribumi

PERJALANAN ini dimulai pada 28 Oktober 2009. Berawal dari rumah sederhana di Jalan Kusuma Indah 1 Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Suara Cirebon terlahir sebagai salah satu media cetak yang beredar luas di Kota/Kabupaten Cirebon, Indamayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Saat itu, periode cetak koran asli Cirebon ini tiga kali dalam sepekan, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat. Sekali lagi, sangat sederhana, semua halamannya berwarna hitam putih. Satu tahun berjalan, yaitu tepatnya pada tahun 2010, Suara Cirebon menjadi koran mingguan yang terbit setiap hari Senin. Dalam periode cetak mingguan ini, Suara Cirebon terdiri dari 12 halaman yang halaman 1 dan 12 menjadi berwarna. Namun, untuk halaman dalam tetap hitam putih. Selama 8 tahun Suara Cirebon terbit dengan periode mingguan.

Kemudian, tepat Agustus 2017, Suara Cirebon bertransformasi menjadi koran harian pribumi Cirebon, dan pada  hari ini, Rabu (29/07/2020) merupakan terbitan (edisi) yang ke-1.000. Ya, Suara Cirebon adalah koran asli Cirebon. Pendiri koran ini adalah almarhum Moch Iqbal AW putra daerah Cirebon. Beliau lahir di Cirebon dan berdomisili di Cirebon. Bahkan, sejak berdiri hingga sekarang, kantor redaksi Suara Cirebon tetap berada di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Jalan Fatahillah Nomor 21,  Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Moch Iqbal, merupakan sosok yang tak kenal lelah untuk mengenalkan koran ini ke Ciayumajakuning, khususnya di Cirebon, bahkan, hingga Subang dan Sumedang. Masih teringat hingga sekarang, dalam melakukan ekspansi ke luar daerah, beliau selalu membawa nama Cirebon. Rasa bangga akan tanah kelahirannya ini selalu ia sampaikan kepada setiap orang ketika berbicara tentang media.

“Ini adalah koran pribumi, koran asli Cirebon, kantornya juga di Cirebon, pendirinya orang Cirebon, bahkan yang bekerja pun sebagian besar masyarakat Cirebon. Jadi kita harus bangga memiliki koran asli Cirebon ini. Untuk itu, kita harus dukung koran ini agar terus berkembang untuk membangun Cirebon,” kata dia penuh kebanggaan.

Kata-kata dari pendiri Suara Cirebon itu terus terngiang hingga sekarang. Bahkan ucapan itu yang menjadi penyemangat kami untuk terus mengibarkan koran pribumi ini, khususnya di Cirebon hingga sekarang. Memang  tak mudah, dalam perjalannya hambatan terus kami temui, namun tetap bisa kami lalui.

Cita-cita beliau membangun daerahnya melalui media ini terus merasuk ke keluarga besar Suara Cirebon. Kini cita-cita sang pendiri itu telah menjadi misi kami, yaitu membangun Cirebon melalui

Suara Cirebon. Sama seperti Moch Iqbal AW, kami menegaskan bahwa kami bangga memiliki koran Harian Umum Suara Cirebon sebagai koran pribumi yang harus membumi di Wilayah Cirebon. Semoga !. (Arif Rahman/SC)

Comment