by

Buka Kantor ke 9 PT EWF Pilih di Kota Cirebon.

KOTA CIREBON, SC – PT Equityworld Futures (EWF) melaksanakan pra pembukaan kantor cabang ke-9 di Cirebon. Berlokasi di Ruko CSB Mall Jl. Dr. Cipto Mangungkusumo, Cirebon, gedung EWF Cirebon ini menempati lahan seluas 1000 m2.

Dengan beragam fasilitas di antaranya, terdapat lounge area dan ruang training yang siap mendukung kegiatan operasional Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik.

Pimpinan Cabang EWF Cirebon, Ernest Firman, mengatakan, Cirebon merupakan salah satu kota yang memiliki prospek bagus untuk dunia perdagangan berjangka komoditi.

Pertumbuhan investor PBK di kota ini, kata Firman, memang masih kecil dibandingkan dengan pelaku pasar modalnya yang mencapai di atas 10 ribu pada tahun 2019.

“Namun demikian ini menjadi potensi karena menandakan jumlah orang yang melek investasi di kota ini cukup tinggi,”kata dia, Jumat (16/10/2020)

Ernest menjelaskan, strategi EWF Cirebon adalah berupaya menarik para investor untuk melirik PBK sebagai alternatif investasi lain yang memberikan peluang dengan imbal hasil yang menarik.

“Kami berkomitmen bersama tim akan menjalankan bisnis secara transparan, akuntabel dengan memberikan pelayanan secara customize melalui program Care24, yaitu penyediaan informasi berupa berita-berita terkini yang akan membantu para investor mengambil keputusan tepat ketika bertransaksi serta konsultasi tentang investasi hingga 24 jam,” paparnya.

Meski termasuk kategori investasi high risk high return, lanjut Ernest, PBK merupakan pilihan alternatif investasi yang menjanjikan. Terlebih dengan fenomena kenaikan harga emas di masa pandemi sekarang.

“Setiap nasabah juga harus memperhatikan manajemen risiko dan jeli melihat bahwa perusahaan pialang berjangka yang dipilih harus terdaftar dan resmi di awasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI),” kata Ernest.

Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial EWF Cirebon kepada masyarakat dan nasabah, akan dilakukan kegiatan edukasi baik secara online maupun bertatap muka langsung apabila pandemi sudah berakhir dan akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami yakin dengan potensi yang ada, setelah resmi beroperasi penuh, maka dalam setahun pertama bisa menarik 400 nasabah baru dengan total volume transaksi sebanyak 100.000 lot,” tandasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang menyatakan dukungannya dengan pelaksanaan pra pembukaan kantor cabang ke-9 ini.

“EWF diharapkan dapat melayani dan memenuhi kebutuhan serta harapan para investor atau nasabah dalam berinvestasi di perdagangan berjangka di Indonesia,” ujarnya.

Dengan adanya pra pembukaan kantor baru ini, kata Stephanus, EWF Cirebon tetap mengedepankan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan dengan menyajikan informasi yang transparan, wajar dan efisien serta mengikuti segala aturan yang berlaku baik di bursa maupun dari badan pengawas perdagangan berjangka komoditi atau Bappebti.

Ditempat yang sama, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Agung Rihiyanto, mengatakan, KBI sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh EWF dengan pra pembukaan kantor cabang ke-9 di Cirebon ini.

“Kami berharap, kehadiran EWF Cirebon nantinya menjadi bukti bahwa industri PBK terus tumbuh, khususnya di Cirebon. Ke depan, kami berharap EWF dapat mengembangkan usahanya di kota-kota lain di Indonesia,” kata dia.

Wakil Wali Kota Cirebon Dra Hj. Eti Herawati yang turut hadir dalam grand opening tersebut menyampaikan, hadirnya EWF di Kota Cirebon merupakan sebuah perhitungan yang matang.

“Saya memberikan dukungan yang tinggi kepada PT EWF untuk bisa menarik kliennya yang tidak hanya di Kota Cirebon dan wilayah tiga, tapi lintas batas antar Jawa Tengah,” kata Eti.

Ia mengatakan, invenstasi di Kota Cirebon memiliki pengendalian dan regulasi keamanan untuk para klaien. Bagaimanpun Pemkot Cirebon menginginkan semuanya ditempuh dengan regulasi yang baik. “Kami tidak menginginkan adanya invenstasi yang merugikan masyarakat, itu saja yang diinginkan Pemkot Cirebon,” pungkasnya. (M. Surya)

Comment