SUARA CIREBON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon diingatkan agar dalam menetapkan target pendapatan dari sektor perparkiran, tidak hanya berdasarkan asumsi atau angan-angan belaka.
Transparansi dan akurasi menjadi hal yang penting dalam penetapan target sektor perparkiran, agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cirebon tahun 2026 dapat tercapai optimal.
Hal itu dikemukakan, Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno, saat rapar kerja bersama Dishub Kota Cirebon dalam rangka optimalisasi PAD dari sektor perparkiran tahun anggaran 2026, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut Agung, sejumlah permasalahan klasik yang masih menghambat pencapaian target PAD parkir di Kota Cirebon, di antaranya, ketidaksesuaian karcis dan pendapatan yang harus disetorkan ke pemerintah daerah.
“Masih ditemukannya praktik oknum juru parkir (jukir) yang menggunakan karcis bekas (sudah disobek, red) atau tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa, namun tetap memungut retribusi, sehingga berpotensi terjadi kebocoran pendapatan,” kata Agung Suprino.
Agung juga menyoroti banyaknya jukir yang tidak disiplin dalam menjalankan tugas, menempati lokasi yang tidak sesuai surat tugas dan setoran harian tidak sesuai target yang ditentukan.
“Tim pembinaan dan pengawasan belum optimal dalam menindak jukir yang melanggar aturan,” kata Agung.
Agung juga menyoroti anggaran pengadaan karcis yang dinilainya tidak sebanding dengan target pendapatan. Pihaknya meminta Dishub lebih jeli dalam menentukan potensi parkir, agar target pendapatan pada tahun 2026 ini dapat etrcapai.
“Buat pakta integritas jukir. Seluruh jukir diwajibkan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen kepatuhan terhadap aturan dan target setoran,” tegasnya.
Terkait wacana dari Badan Anggaran untuk menerapkan sistem “parkir gratis” jika jukir tidak memberi karcis sebagai upaya menekan kebocoran, Agung menegaskan pentingnya monitoring. Menurut Agung, penguatan monitoring pada sistem parkir sangat diperlukan dengan pembentukan tim monitoring dan evaluasi yang lebih ketat untuk mengawasi kinerja jukir di lapangan.
“Komisi I berharap Dishub tidak menyerah. Melalui survei potensi yang akurat, kita ingin target yang dipasang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Agung Supirno.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Cirebon Andi Armawan, mengatakan, meski realisasi pendapatan dari sektor parkir pada tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan angka mencapai Rp3,02 miliar, jumlah tersebut masih di bawah target yang ditetapkan sebesar Rp4,6 miliar.
“Tahun 2025 kita mencapai Rp3,02 miliar, ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,7 miliar. Namun, kami mengakui target belum tercapai sepenuhnya,” ujar Andi.
Untuk mengejar target Rp4 miliar di tahun 2026, Andi memaparkan bahwa Dishub harus mengumpulkan rata-rata Rp13 juta per hari dari sekitar 438 juru parkir yang tersebar di berbagai titik.
“Beberapa poin strategi yang disiapkan antara lain, optimalisasi kawasan potensial, seperti area Stadion Bima dan Shelter Kejaksan menunjukkan performa luar biasa dengan capaian di atas 100% (bahkan mencapai 200% pada hari Minggu). Kami berencana memaksimalkan penarikan harian di titik-titik keramaian ini,” ujarnya.
Selain itu, wacana kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal ini melibatkan pihak swasta melalui sistem nilai lankan di kawasan tertentu guna menjamin kepastian setoran PAD.
“Kami terus melakukan pembenahan administrasi dan memperbarui database juru parkir per rayon, jalur, serta zona untuk meminimalisir kebocoran retribusi,” ujarnya.
Andi tidak menampik adanya kendala dalam sistem konvensional saat ini. Faktor cuaca seperti hujan seringkali menurunkan potensi parkir secara drastis. Selain itu, perilaku juru parkir yang “ngelos” atau tidak menyetor sesuai ketentuan menjadi catatan serius bagi Dishub.
“Kondisi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Ada daerah ‘gemuk’ dan ada yang minim potensi, terutama setelah waktu maghrib atau pada hari libur di kawasan perkantoran/perdagangan seperti Pasar Balong,” tambahnya.
Melalui sinergi dengan DPRD dan kemungkinan digitalisasi atau kemitraan swasta, Dishub optimis sektor parkir dapat menjadi tulang punggung PAD Kota Cirebon yang lebih kuat di masa depan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.