Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Berita Utama

Ancam Copot Pipa Perumda Tirta Kamuning, Kuwu Cikalahang Nilai PDAM Abaikan Hak Masyarakat Desanya

by Islahuddin
Kamis, 22 Januari 2026
in Berita Utama, Cirebon
Reading Time: 3 mins read
A A
Ancam Copot Pipa Perumda Tirta Kamuning, Kuwu Cikalahang Nilai PDAM Abaikan Hak Masyarakat Desanya

Kuwu Cikalahang, Kusnan, menunjukkan pipa milik Perumda Air Minum Tirta Kamuning, Kabupaten Kuningan yang melintasi desanya menuju Kabupaten Indramayu, Rabu, 21 Januari 2026.* (Foto: Islah/Suara Cirebon)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Pemerintah Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, menilai pengelolaan air baku sumber mata air baku Talaga Remis oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kamuning, Kabupaten Kuningan, mengabaikan hak masyarakat desa sekitar.

Kuwu Cikalahang, Kusnan, menyebut Perumda Tirta Kamuning telah melakukan wanprestasi karena mengalirkan air ke Kabupaten Indramayu, sebelum memenuhi kewajiban kepada warga setempat.

Menurut Kusnan, sejak awal pihaknya telah menuntut realisasi berita acara sosialisasi yang ditandatangani oleh kuwu terdahulu (sudah meninggal dunia, red) dan Direktur Perumda Tirta Kamuning, pada 2022 lalu. Dalam dokumen itu disebutkan, adanya sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum air dialirkan ke luar daerah.

“Air sudah mengalir ke Indramayu, tapi syarat-syarat dalam berita acara belum dilaksanakan. Itu yang jadi pemicu kegelisahan masyarakat,” kata Kusnan, Rabu, 21 Januari 2026.

Kusnan menjelaskan, pihak Perumda Tirta Kamuning baru membangun tuk untuk tiga blok wilayah desa setelah muncul gejolak di masyarakat. Padahal, Desa Cikalahang memiliki lima blok yang seluruhnya berhak mendapatkan akses air bersih.

“Seharusnya pemenuhan kebutuhan warga dilakukan terlebih dahulu sebelum air dialirkan keluar,” tegasnya.

Kusnan menyadari sumber air baku di Talaga Remis itu secara geografis berada di wilayah Kabupaten Kuningan, namun secara jarak lebih dekat ke Desa Cikalahang.

Menurutnya, selama ini masyarakat memanfaatkan air baku untuk kehidupan sehari-hari, industri batu alam dan untuk mengairi lahan pertanian di Desa Cikalahang dan sekitarnya. Air baku Telaga Remis tersebut, sudah lama menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, pihak desa telah beberapa kali mengirimkan surat dan menggelar pertemuan, termasuk di tingkat kecamatan pada Desember lalu. Dalam pertemuan itu, pihak Perumda Tirta Kamuning menjanjikan tindak lanjut dalam dua pekan, namun hingga kini belum ada kepastian.

“Padahal, musyawarah desa sudah dilakukan, dan hasilnya sudah disampaikan ke direktur Perumda Tirta Kamuning. Tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan realisasi. Acuannya kan jelas, 50 persen kembali ke alam, 30 persen untuk masyarakat, dan 20 persen untuk komersial. Tapi selama ini tidak ada alat ukur. Limpasan yang seharusnya untuk masyarakat justru ditutup karung. Itu ada buktinya dari tim penyidik BBWS,” ujarnya.

Ia menilai penutupan air yang limpas tersebut mengindikasikan distribusi air lebih banyak diarahkan untuk kepentingan komersial, sementara hak masyarakat terabaikan.

Kusnan juga mempertanyakan legalitas pengelolaan air tersebut, mengingat nota kesepahaman (MoU) antara Perumda Tirta Kamuning dengan Pemdes Cikalahang hingga kini belum pernah dibuat. Kusnan meminta berita acara sosialisasi ditingkatkan menjadi perjanjian resmi agar mempunyai kekuatan hukum.

“Karena tanpa itu, jelas merugikan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Kusnan, kekhawatiran warga semakin memuncak menjelang masuknya musim kemarau. Pasalnya, wilayah Desa Cikalahang berpotensi mengalami kekurangan air, terutama untuk kebutuhan pertanian dan perikanan.

“Kami tidak anti-PDAM, yang kami minta sederhana, jangan ganggu hak masyarakat atas air bersih, pertanian, dan perikanan,” tegasnya.

Pemdes Cikalahang pun mengancam akan mencopot pipa Perumda Tirta Kamuning yang melintas di wilayah desa tersebut, jika tuntutan tidak dipenuhi.

“Selama ini tidak ada izin ke kami. Kalau tidak dipenuhi, pipa silakan dicopot. Kami akan layangkan surat keberatan resmi,” tandasnya.

Sebagai bagian dari upaya, Pemdes Cikalahang telah membentuk tim hukum bersama Biro Bantuan Hukum dan Konsultasi Hukum Untag Cirebon (BBKH Untag) sebagai rencana atas langkah awal menempuh jalur hukum dari persoalan tersebut.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: Desa CikalahangKuwu CikalahangPDAM KuninganPerumda Tirta KamuningPipa Perumda Tirta Kamuning

Islahuddin

Berita Terkait

Berita Utama

Atap Outdoor SMAN 1 Susukan Cirebon Ambruk Timpa Siswa

by Islahuddin
Kamis, 22 Januari 2026
Berita Utama

Soal Perumda Tirta Kemuning, BBKH: Penjualan Air Baku Tak Boleh Abaikan Hak Warga

by Islahuddin
Kamis, 22 Januari 2026
Berita Utama

Kecelakaan Kereta Api di Cirebon, Lokomotif Ringsek Ditabrak Truk Pengangkut Air

by Baim
Kamis, 22 Januari 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023

Tempat Beli Durian di Majalengka, Panduan Lengkap, Lokasi, Harga, dan Varietas Unggulan

Sabtu, 28 Desember 2024

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Atap Outdoor SMAN 1 Susukan Cirebon Ambruk Timpa Siswa

Kamis, 22 Januari 2026

Soal Perumda Tirta Kemuning, BBKH: Penjualan Air Baku Tak Boleh Abaikan Hak Warga

Kamis, 22 Januari 2026

Ancam Copot Pipa Perumda Tirta Kamuning, Kuwu Cikalahang Nilai PDAM Abaikan Hak Masyarakat Desanya

Kamis, 22 Januari 2026

Kecelakaan Kereta Api di Cirebon, Lokomotif Ringsek Ditabrak Truk Pengangkut Air

Kamis, 22 Januari 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tems of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Exit mobile version