SUARA CIREBON – Kabupaten Cirebon dipastikan menjadi titik perlintasan utama arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri tahun 2026 ini. Pasalnya, selain dilintasi tol trans Jawa dan jalur kereta api Jakarta-Surabaya, jalur Pantura utama pun melalui Kabupaten Cirebon.
Terkait hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon pun bersiap melakukan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 ini. Terlebih, jumlah pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 ini diprediksi mencapai 143,91 juta jiwa.
Perkiraan nasional tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 150 juta jiwa.
Secara nasional, tujuan pemudik terbanyak diperkirakan menuju Jawa Tengah sebanyak 38,71 juta jiwa, disusul Jawa Timur 27,29 juta jiwa dan Jawa Barat 25,09 juta jiwa.
Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada tingginya arus lalu lintas di wilayah Cirebon sebagai daerah perlintasan strategis.
Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Dani Irawadi, mengatakan, telah melakukan sejumlah persiapan pengamanan arus mudik dan balik lebaran, salah satunya dengan mendirikan 10 pos pengamanan (Pos Pam).
Menurut Dani, persiapan telah dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi.
“Untuk Pam Lebaran 2026, kami rencanakan mendirikan 10 pos pengamanan di titik jalur utama. Setiap pos dibagi dua sif dengan total 62 personel,” ujar Dani Irawadi, Selasa (3/3/2026).
Selain sebagai pos pengamanan, pos-pos tersebut akan menjadi lokasi pemantauan pergerakan arus lalu lintas. Puluhan titik pos pantau tersebut berada di Pos Pam Perbatasan Losari-Brebes, Pos Perbatasan Susukan Bunder, GT Tol Command Center 118 Cipali, Pos traffic light Perempatan Palimanan, Pos Ramayana Weru, Pos traffic light Plered, Pos Pertigaan Pilang Kedawung, Pos Jalan Baru Ciperna, Pos PAM Rest Area 207, serta Pos Pam Pasar Cipeujeuh.
Selain itu, Dishub juga menyiapkan berbagai perlengkapan, di antaranya 22 rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ), 100 unit water barrier, 200 traffic cone, serta tiga unit mobil penerangan jalan umum (PJU) untuk kelancaran arus lalu lintas.
“Kami mulai siapkan rambu penunjuk arah menuju Jawa Tengah dan Kuningan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.