SUARA CIREBON – Polresta Cirebon menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kamis, 12 Maret 2026 pagi.
Apel dipimpin langsung Bupati Cirebon, H Imron, didampingi Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama serta Dandim Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Nizar Bachtiar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cirebon membacakan amanat Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo. Imron menegaskan, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel sekaligus sarana memperkuat sinergi lintas sektor.
“Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya. Operasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idulfitri berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Bupati Imron.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, mengatakan, sebanyak 1.200 personel gabungan akan diterjunkan untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.
“Sebanyak 1.200 personel gabungan kami libatkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026. Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, serta Dinas Kesehatan,” ujar Kombes Imara Utama, usai apel.
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik, Polresta Cirebon menyiapkan 11 pos yang terdiri dari pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan. Pos terpadu ditempatkan di KM 188 Tol Palimanan yang terintegrasi dengan Korlantas Polri.
Sementara pos pelayanan disiapkan di sejumlah titik jalur arteri yang menjadi jalur utama pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon.
“Sesuai arahan pimpinan, semua personel yang terlibat operasi ini nanti malam sudah menempati seluruh pos yang telah ditentukan,” ujarnya.
Kapolresta memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi dalam beberapa gelombang.
“Prediksi kami kemungkinan terjadi beberapa gelombang. Yang paling dekat estimasinya pada Sabtu (14 Maret 2026) besok. Untuk saat ini pengaturan arus lalu lintas masih berjalan normal,” katanya.
Terkait pengaturan lalu lintas, Imara menambahkan, penutupan u-turn (lintasan putar balik) di sejumlah titik akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
“Penutupan u-turn sifatnya situasional. Jika kondisi lalu lintas masih landai, maka situasi tetap normal. Namun apabila volume kendaraan meningkat dan berpotensi menimbulkan kemacetan, maka u-turn akan kami tutup,” pungkasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.