SUARA CIREBON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon akhirnya mengangkut sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalan Soekarno Hatta-Warung Asem Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin, 6 April 2026.
Tak butuh waktu lama, sampah yang numpuk sejak Lebaran Idulfitri itu pun berhasil dibersihkan. DLH Kabupaten Cirebon menerjunkan satu alat berat serta lima armada truk pengangkut sampah untuk menangani tumpukan sampah yang terlambat diangkut di TPS yang berlokasi dekat Perumahan Cirebon Lestari (PCL), RW 07, Desa Kecomberan, tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan, keterlambatan pengangkutan sampah ini terjadi akibat keterbatasan sarana dan prasarana. Alat berat yang dimiliki DLH Kabupaten Cirebon hanya satu unit.
Menurut Dede, alat tersebut tak henti digunakan untuk membersihkan sampah liar di berbagai lokasi di Kabupaten Cirebon.
“Alat beratnya hanya satu, sampah menumpuk di banyak lokasi. Makanya penanganan di sini baru bisa dilakukan sekarang,” ujar Dede Sudiono.
Dede mengakui keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam penanganan sampah liar di sejumlah titik. Sebab selain alat berat, DLH juga kekurangan armada truk pengangkut sampah.
“Kami juga kekurangan alat berat dan armada truk, sehingga belum bisa menangani seluruh titik sampah secara maksimal,” katanya.
Terpisah, Kuwu Kecomberan, Mastur Hidayat, mengatakan, TPS di Jalan Soekarno Hatta-Warung Asem dikelola langsung DLH Kabupaten Cirebon. Namun, terjadi keterlambatan pengangkutan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga membuat sampah menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.
Mastur menyebut, sampah di TPS tersebut berasal dari berbagai sumber, salah satunya dari Kecamatan Beber.
“Sampah di TPS Jalan Soekarno Hatta-Warung Asem ini tak hanya dari kami, warga Perumahan Cirebon Lestari Desa Kecomberan, tapi banyak juga dibuang warga luar Kecamatan Talun, termasuk dari Kecamatan Beber berikut rumah makan yang ada, makanya cepat penuh,” kata Mastur.
Pihaknya berharap, ke depan pengangkutan dapat dilakukan secara rutin, minimal setiap hari, mengingat volume sampah di lokasi tersebut cukup tinggi.
“Karena jadi tujuan pembuangan sampah dari berbagai pihak, ke depan harusnya pengangkutan dilakukan rutin agar sampah di sini tidak menumpuk,” tegasnya.
Mastur mengatakan, pemerintah desa berencana melakukan penataan area TPS, salah satunya dengan memasang pagar di lahan kosong sekitar lokasi untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan.
”Rencananya kami akan menutup area kosong di sekitar TPS, agar masyarakat membuang sampah di titik yang sudah disediakan,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga RW 07 Warung Asem warga Perumahan Cirebon Lestari menutup jalan di sekitar TPS, sebagai bentuk protes terhadap penumpukan sampah yang tidak diangkut sejak Lebaran Idulfitri lalu.
Ketua RW 07 Desa Kecomberan, Yeyet Nurhayati, mengatakan, sampah di lokasi telah menumpuk dan meluber hingga ke jalan, sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
“Sampah ini dari Lebaran tidak diangkut, bahkan saat hujan, sampah menyebar ke mana-mana,” ujarnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.