SUARA CIREBON – Polemik pembongkaran rel kereta api kuno bersejarah di kawasan Sungai Sukalila memuncak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Kota Cirebon, Rabu, 22 April 2026.
Agenda tersebut menghadirkan jajaran Pemerintah Kota Cirebon, perwakilan PT KAI Daop 3 Cirebon, serta para pegiat sejarah.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Cirebon menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan para pecinta sejarah.
Ia mengakui adanya kurang koordinasi dalam proses pengerjaan proyek normalisasi Sungai Sukalila yang berujung pada pengangkatan besi rel sisa peninggalan kolonial tersebut.
”Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Niat awal adalah perbaikan infrastruktur untuk mengatasi banjir, namun kami menyadari ada nilai historis yang seharusnya diproteksi lebih hati-hati,” ungkapnya.
Pihak PT KAI Daop 3 Cirebon turut membeberkan alasan di balik pemindahan material rel tersebut.
Vice President KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto menyampaikan, rel tersebut sudah tidak aktif dan tertimbun tanah, sehingga rawan memicu penyumbatan pada sistem drainase baru.
“Material rel merupakan aset negara yang berada di bawah wewenang KAI, sehingga pengamanan material harus dilakukan sesuai prosedur perusahaan,” katanya.
KAI mengklaim bahwa langkah ini diambil untuk mendukung proyek pemerintah kota dalam mengentaskan banjir di kawasan tersebut.
Para pegiat sejarah dan komunitas pelestari cagar budaya menyayangkan tindakan tersebut. Mereka menilai rel kereta tersebut bukan sekadar besi tua, melainkan bukti otentik kejayaan logistik Cirebon di masa lalu.
Mewakili mereka, Edi Suripno menyampaikan ada beberapa poin kesepakatan, diantaranya inventarisir ulang, terhadap sisa-sisa material yang telah diangkat.
Rencana Restorasi, mempertimbangkan pemasangan kembali sebagian rel sebagai monumen atau penanda sejarah (heritage) di lokasi asalnya.
”Memastikan proyek infrastruktur di masa depan melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.