Dibekali Kurikulum Soal Covid-19, Siswa Akan Menjadi Agen Edukasi

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil mengumumkan, selama dua pekan ke depan, yaitu sejak 16 sampai 29 Maret mendatang akan menyekolahkan pelajar dari mulai tingkat PAUD hingga SMA atau sederajat di rumah. Bahkan, perguruan tinggi pun diimbau untuk melakukan hal yang sama.

Hal itu sebagaimana dikatakannya saat menggelar konferensi pers mengenai perkembangan penyebaran virus corona di wilayah Jawa barat. Bahkan, Ridwan Kamil juga mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Sekda dan Kepala Daerah terkait sekolah di rumah.

“Pemerintah Jawa Barat selama dua minggu akan menyekolahkan belajar di rumah dengan kurimkulum yang kemarin seharian kami persiapkan. Apa itu kurikulumnya? Jadi kurikulumnya selama 2 minggu itu setengahnya adalah kurikulum tentang pendidkan virus Covid-19 dengan dengan interaktif dan teknologi,” jelasnya.

BACA JUGA: Saling Lempar Guru Honorer

Jadi, lanjut Ridwan, anak-anak tersebut belajar di rumah, dengan mengerjakan pekerjaan rumah (PR), dan tanya jawab via HP dengan gurunya. Sehingga, akhirnya anak-anak ini akan menjadi agen edukasi terkait virus corna.

“Jadi saya ulangi, belajar di rumah bukan libur, belajar di rumah selama dua minggu untuk disiplin di jam sekolah, untuk belajar dengan panduan oleh guru-guru yang sudah diatur oleh tim kurikulum yang sudah disediakan oleh kepala dinas pendidikan,” kata Ridwan.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga mengapresiasi beberapa kepala daerah, walikota dan bupati yang sudah responsive untuk mengumumkan belajar di rumah. Untuk itu, pihaknya mempertegas pengumuman tersebut, yaitu sekolah dari mulai PAUD, TK, SMP dan SMA atau sederajat yang dalam kewenangan Pemprov Jabar untuk melaksanakan belajar di rumah.

BACA JUGA: Mulai Besok, Sekolah di Kabupaten Cirebon Diliburkan

“Tapi kami juga mengimbau perguruan tinggi untuk melakukan hal yang sama. Khusus anak sekolah ini akan menjadi agen edukasi yang akhir tugas-tugasnya selama belajar di rumah, bisa dijadikan edukasi orang tuanya, tetangganya, dan tetaman-temannya di jaringan media sosial,” pungkasnya. (Arif)