KABUPATEN CIREBON, SC- Peristiwa kebakaran di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon yang terjadi pada Senin (7/9/2020) malam lalu, menimbulkan kerugian materi hingga Rp2 miliar.

Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj Rd Sri Heviyana menyebut kerugian terbesar berasal dari mesin pendingin ruangan atau cold room untuk menyimpan labu darah yang harganya mencapai Rp 1 miliar lebih.

Menurut Heviyana, peristiwa kebakaran tersebut membuat seluruh peralatan penanganan dan penanggulangan kebencanaan milik PMI ludes terbakar. Selain itu, beberapa bagian kantor PMI yang turut terbakar.

“Mesin ini (cold room) harganya Rp 1 miliar lebih. Ini untuk mendinginkan ruangan penyimpanan yang kapasitasnya bisa menyimpan 4.000 labu darah,” kata Heviyana, Rabu (9/9/2020).

BACA JUGA: Lockdown Berlanjut, Tiga Pintu Masuk Kompleks Pemkab Cirebon Ditutup

Ia mengaku, hingga saat ini masih belum mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. Pihaknya masih menunggu informasi dari pihak Kepolisian yang melakukan penyelidikan. Namun Heviyana menjelaskan, bagian yang terbakar itu merupakan bangunan baru yang umurnya kurang lebih baru satu tahunan.

“Tapi kalau dari analisa sementara, informasinya dari korsleting listrik. Gedung baru di bagian belakang itu baru sekitar setahunan umurnya,” paparnya

Untuk sementara, PMI akan menempatkan stok darah yang ada di mesin pendingin yang kapasitasnya jauh lebih kecil.

Diakui Heviyana, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke PMI provinsi dan PMP pusat. Menurutnya, respon dari pihak PMI provinsi dan pusat pun cukup bagus.

“Mereka siap membantu persoalan yang kami hadapi,” katanya.

Ia berharap, hal yang sama bisa dilakukan oleh Pemkab Cirebon untuk bisa membantu PMI dalam upaya recovery pascaperistiwa tersebut.

“Mudah-mudahan dari Pemkab Cirebon juga ada perhatian khusus, karena pelayanan PMI ini tidak bisa ditunda-tunda dan sifatnya segera,” tandas Heviyana.

BACA JUGA: Perubahan Status Lembaga Semakin Dekat, Sumanta: IAIN Cirebon Siap Menjadi UIN

Di tempat yang sama, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Cirebon, dr Suwanta mengatakan, pelayanan di PMI Kabupaten Cirebon tetap berjalan seperti biasanya. Akibat peristiwa tersebut, Suwanta mengaku pelayanan sempat terganggu meski hanya beberapa jam setelah kebakaran karena menunggu proses pemadaman selesai. Begitupun dengan operasionalnya, masih tetap normal meskipun dengan kondisi berbeda.

“Pelayanan masih lancar dan banyak masyarakat yang membutuhkan. Bahkan pada saat kebakaran saja kita hanya berhenti melayani selama kurang lebih 2,5 jam,” kata Suwanta. (Islah)