SUARA CIREBON – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Blok Silayur, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mundur dari rencana awal.
Padahal saat tahun 2025 kemarin, kontrak pembangunan dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2025, dan pembangunan fisik dimulai pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, membenarkan proses pembangunan SR mundur dari jadwal semula.
“Tadinya kan target akhir 2025 sudah on, eh ternyata mundur,” ujar Hafidz, Rabu, 7 Januari 2026.
Mundurnya pembangunan SR dari target awal, lantaran pada akhir 2025 kemarin progresnya baru pada tahap kontrak pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
“Akhir tahun kemarin sudah mulai untuk kontrak pembangunannya,” kata Hafidz.
Setelah ada kontrak pembangunan dari Kemen PU, pembangunan SR bakal dilaksanakan pada awal tahun 2026 ini. Namun, Hafidz belum bisa memastikan waktu dimulainya pembangunan SR tersebut.
Pasalnya setelah kontrak pembangunan diteken, masih ada tahapan selanjutnya yang harus ditempuh, yakni rapat pra rekonstruksi yang akan digelar pekan ini.
“Minggu ini akan ada rapat pra kontruksi dengan pihak Kemen PU,” kata Hafidz.
Dalam rapat tersebut, nantinya akan diketahui detil lamanya waktu pekerjaan hingga anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah pusat.
“Info lebih detilnya nanti ada di rapat pra konstruksi. Jadi, terkait pembangunan lebih detil, termasuk anggaran juga akan dijelaskan nanti dalam rapat,” terangnya.
Kendati demikian, Kabupaten Cirebon kini telah menjadi daerah yang sudah ditetapkan untuk dibangun SR tahun ini bersama dua daerah lainnya di Jawa Barat.
“Alhamdulillah kita sudah ditetapkan menjadi lokasi SR. Di Jawa Barat itu ada tiga yang ditetapkan, yaitu Sumedang, Indramayu dan Kabupaten Cirebon,” paparnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil audiensi dengan PPK Pembangunan SR (Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Jawa Barat) pada 4 November 2025, Hafidz Iswahyudi, menyebut, kontrak pembangunan SR dimulai pada 12 November 2025, dan pekerjaan fisik akan dimulai akhir November 2025.
Program SR ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan.
Selain itu, juga untuk mengurangi angka putus sekolah dan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah. Program SR merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.