Selasa, Januari 13, 2026
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Cirebon

Usia Delapan Bulan Sudah Dua Kali Operasi, Anak Penderita Penyakit Langka di Cirebon Butuh Perhatian Pemda

by Islahuddin
Selasa, 13 Januari 2026
in Cirebon
Reading Time: 3 mins read
A A
Usia Delapan Bulan Sudah Dua Kali Operasi, Anak Penderita Penyakit Langka di Cirebon Butuh Perhatian Pemda

Balita berusia delapan bulan warga Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Fawwas Rosdiana, dalam pelukan ibundanya.* (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Nasib pilu dirasakan seorang balita berusia delapan bulan di Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Fawwas Rosdiana. Tangisnya kerap memecah keheningan di rumah sederhana orang tuanya.

Anak kedua yang terlahir kembar dari pasangan Viantika dan Asep Rosdiana itu harus menahan rasa sakit akibat penyakit langka yang dideritanya sejak lahir, atresia bilier yakni kondisi saluran empedu bayi yang tidak terbentuk dengan normal atau tersumbat akibat kelainan genetik.

Selain atresia bilier, Fawwas Rosdiana juga menderita hernia, kondisi yang memaksa bayi tersebut menjalani rangkaian pengobatan berat di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, sang ayah, Asep yang berkerja sebagai sopir pabrik dengan penghasilan pas-pasan, dan istrinya harus berjuang keras demi kesembuhan buah hati mereka.

Menurut Viantika, Fawwas telah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sejak beberapa bulan lalu. Operasi pertama dilakukan untuk memasang saluran empedu sebagai penanganan awal atresia bilier. Kemudian disusul operasi kedua untuk mengatasi hernia yang juga dideritanya.

Dari dua meja operasi tersebut, perjuangan keluarga tersebut belum berakhir. Usai menjalani operasi, kondisi Fawwas justru menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Perutnya mengalami pembengkakan hebat hingga mencapai diameter sekitar 58 sentimeter.

Viantika mengatakan, perut sang anak terus membesar dan membuat Fawwas sering menangis dalam waktu lama akibat menahan rasa sakit.

“Kalau sudah sakit, dia nangisnya lama sekali dan kami hanya bisa menggendong saja,” ujar Viantika dengan mata berkaca-kaca, Senin, 12 Januari 2026.

Menurut tim medis, imbuh Viantika, satu-satunya jalan agar Fawwas dapat bertahan hidup, tumbuh sehat, dan berkembang normal seperti anak-anak seusianya, harus dilakukan transplantasi hati. Namun, jalan menuju transplantasi bukanlah hal mudah mengingat orang tua Fawwas merupakan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Orang tua Fawwas berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah. Meski sebagian biaya pengobatan dapat ditanggung BPJS Kesehatan, proses transplantasi hati, khususnya bagi pendonor, membutuhkan biaya besar.

Biaya besar tersebut belum termasuk biaya operasional, akomodasi, dan kebutuhan lain selama proses pengobatan yang tidak sepenuhnya terkover.

“Alhamdulillah sejauh ini Pemerintah Desa Getrakmoyan bersama masyarakat telah melakukan penggalangan dana di dua blok wilayah desa,” kata Viantika.

Kuwu Getrakmoyan, Junandi, mengatakan, aksi solidaritas pemdes ini merupakan bentuk empati warga terhadap penderitaan Fawwas dan keluarganya.

“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban orang tua Fawwas, meski kami sadar biaya pengobatan yang dibutuhkan sangat besar,” ujarnya.

Di usia yang masih sangat belia, Fawwas kini bergantung pada uluran tangan banyak pihak. Di balik tubuh kecilnya, tersimpan harapan besar agar ia dapat melewati masa kritis ini dan kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, dan penuh senyum.

Atresia bilier sendiri merupakan kelainan bawaan pada bayi baru lahir. Di mana saluran empedu tidak terbentuk sempurna atau tersumbat. Penyakit ini menyebabkan cairan empedu tidak dapat mengalir dengan baik sehingga merusak organ hati secara perlahan. Tanpa penanganan optimal, atresia bilier dapat berujung pada gagal hati.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: CirebonOperasiPenderita Penyakit Langka di CirebonPenyakit Langka

Islahuddin

Berita Terkait

Cirebon

Pemkot Cirebon Kaji Diskon PBB 50 persen

by Muhammad Surya
Selasa, 13 Januari 2026
Berita Utama

Gaji ASN Pemkot Cirebon Cair, PPPK Diminta Bersabar

by Admin
Selasa, 13 Januari 2026
Cirebon

Asosiasi Pengembang Perumahan di Cirebon: SE Penghentian Penerbitan Izin Tak Matikan Pengembang  

by Islahuddin
Selasa, 13 Januari 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023

Tempat Beli Durian di Majalengka, Panduan Lengkap, Lokasi, Harga, dan Varietas Unggulan

Sabtu, 28 Desember 2024

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Usia Delapan Bulan Sudah Dua Kali Operasi, Anak Penderita Penyakit Langka di Cirebon Butuh Perhatian Pemda

Selasa, 13 Januari 2026

Pemkot Cirebon Kaji Diskon PBB 50 persen

Selasa, 13 Januari 2026

Gaji ASN Pemkot Cirebon Cair, PPPK Diminta Bersabar

Selasa, 13 Januari 2026

Asosiasi Pengembang Perumahan di Cirebon: SE Penghentian Penerbitan Izin Tak Matikan Pengembang  

Selasa, 13 Januari 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tems of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Exit mobile version