SUARA CIREBON – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon memastikan, tidak dapat melakukan pembangunan lanjutan Stadion Watubelah, tahun ini. Pasalnya, APBD kabupaten tidak mengalokasikan anggaran untuk percepatan pembangunan stadion tersebut.
Kepala Dispora Kabupaten Cirebon, Jois Putra, mengakui, dalam tiga tahun terakhir sejak tahun 2024 sampai 2026 ini, kondisi stadion tak tersentuh tahapan pembangunan lanjutan. Menurut Jois, pembangunan lanjutan terakhir dilakukan pada tahun 2023 lalu.
Di tahun tersebut, pembangunannya meliputi pemasangan rumput lapangan dan lintasan joging (jogging track).
“Anggaran tahun 2026 untuk Stadion Watubelah tidak ada,” ujar Jois Putra, Selasa, 20 Januari 2026.
Kendati demikian, Dispora akan mengupayakan anggaran pada tahun 2027 nanti. Rencananya, di tahun tersebut Dispora bakal melakukan pengaspalan lintasan yang ada di luar stadion.
Langkah tersebut sebagai upaya memberikan wadah kepada masyarakat yang ingin melakukan kegiatan olahraga di Stadion Watubelah Sumber.
“Jadi kita minta yang penting aspal dulu, supaya masyarakat yang mau jogging bisa nyaman,” kata Jois.
Jois mengatakan, saat ini Dispora hanya berupaya memaksimalkan potensi yang sudah ada agar bisa dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Cirebon. Karena selain Stadion Watubelah, Dispora juga harus “memperhatikan” GOR Ranggajati.
“Sekarang kita optimalkan bangunan yang sudah ada. Kita sudah melakukan kerja sama dengan KONI untuk pengelolaan Stadion Watubelah,” paparnya.
Meskipun dinilai belum mandiri, menurut Jois, sejauh ini upaya yang dilakukan KONI mampu menghidupkan Stadion Watubelah sebagai sport center.
Kalaupun ada kekurangan anggaran dari dana hibah Pemkab Cirebon, menurut dia, KONI bisa memanfaatkan pengelolaan sewa Stadion Watubelah untuk menutupi.
“Kalaupun ada kekurangan, KONI bisa mengusahakan sendiri melalui pengelolaan sewa Stadion Watubelah, silakan manfaatkan itu,” kata Jois.
Selain Stadion Watubelah, Dispora juga fokus ke pemeliharaan GOR Ranggajati. Pasalnya, masyarakat juga banyak yang memanfaatkan Ranggajati untuk kegiatan berolahraga dan lainnya. Sehingga, GOR dan Stadion Ranggajati harus bersih dari rumput liar.
Untuk melanjutkan pembangunan Stadion Watubelah, lanjut Jois, dibutuhkan anggaran kurang lebih Rp350 miliar. Namun dengan kondisi saat ini, pihaknya tidak berharap banyak terhadap pembangunan lanjutan stadion tersebut.
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang menjadi tumpuan kelanjutan pembangunan stadion tersebut, saat ini tengah dihadapkan dengan kebutuhan yang lebih prioritas.
Di mana, dana Pemerintah Pusat sendiri saat ini sedang difokuskan dalam penanggulangan dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Sementara anggaran dari Pemerintah Provinsi, alokasinya sedang digencarkan ke infrastruktur jalan.
“Memang kalau mengandalkan anggaran dari Pemda sepertinya kita belum mampu sampai Rp350 miliar. Mungkin setelah (fokus pemprov, red) ke infrastruktur selesai, baru bisa infrastruktur lainnya termasuk sarana prasarana olahraga,” ujarnya.
Jika anggaran dari Pemerintah Pusat dan Provinsi memungkinkan, Jois berharap pembangunan Stadion Watubelah dapat dituntaskan.
“Karena Stadion Watubelah ini salah satu aset milik pemda, hampir Rp200 miliar lebih yang sudah tertanam di sana,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.