SUARA CIREBON – Normalisasi Sungai Sukalila Kota Cirebon akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, akan dilakukan penguatan tebing sungai yang rencananya dimulai, pada akhir Januari 2026.
Hal itu diungkapkan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis), Dwi Agus Kuncoro, Rabu, 21 Januari 2026.
Dalam pelaksanaan di lapangan, lanjut Dwi, Pemerintah Kota Cirebon akan menggandeng jajaran TNI dari Kodam III/Siliwangi.
“Saat ini, proses administratif tengah memasuki tahap finalisasi perjanjian kerja sama (PKS). Tim dari Kodam III/Siliwangi sudah melakukan survei lokasi pada Jumat lalu, untuk menentukan titik pengerukan dan pembuangan sedimen. Sekarang kami tinggal menunggu penandatanganan MoU dengan Pangdam,” ujar Dwi Agus.
Menurut Dwi Agus, pada tahap awal, akan dilakukan penguatan tebing daerah aliran sungai (DAS) Sukalila.
“Penguatan tebing atau dinding sungai ini bertujuan untuk mencegah abrasi dan longsor, saat normalisasi berjalan,” katanya.
Setelah itu, lanjut Dwi Agus, pengerjaan akan difokuskan pada pengerukan sedimen dengan kedalaman rata-rata sekitar 1 meter.
“Pengerjaan akan diprioritaskan di Sukalila terlebih dahulu, lalu lanjut ke Kalibaru,” katanya.
Untuk mendukung proyek ini, lanjut dia, pemerintah dan BBWS telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp6,8 miliar. Ia mengakui, anggaran tersebut belum mencukupi untuk mengkover seluruh rencana penataan kawasan Sukalila dan Kalibaru, termasuk pembangunan taman dan fasilitas publik lainnya.
Terkait hal itu, Pemerintah Kota Cirebon membuka ruang seluas-luasnya bagi sektor swasta untuk berkontribusi pada penataan kawasan Sukalila dan Kalibaru melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Di bekas kawasan yang dulu berdiri lapak pedagang akan disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Nantinya akan dibangun empat jembatan khusus pejalan kaki untuk memfasilitasi warga yang ingin berolahraga atau jogging,” ujarnya.
Untuk menekan anggaran, taman yang akan dibangun akan ditata tematik sepanjang bantaran sungai, lengkap dengan fasilitas umum pendukung seperti ketersediaan anjungan tunai mandiri (ATM) di area taman.
“Kami mengajak rekan-rekan dari perbankan seperti BI, Mandiri, dan pihak lainnya untuk bersinergi. Penataan ini butuh dukungan semua pihak agar kawasan Sukalila dan Kalibaru bisa menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat Cirebon,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.