SUARA CIREBON – Atap gedung kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon ambruk, pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari akhir pekan lalu.
Sebanyak enam atap ruangan gedung bagian selatan hancur dan menimpa alat tulis kantor (ATK) termasuk puluhan unit komputer di ruang pelatihan.
Tidak ada korban jiwa dalam pristiwa tersebut, karena ambruknya atap bangunan kantor terjadi pada malam hari dan bertepatan dengan hari libur, namun ATK dan puluhan unit komputer rusak tertimpa reruntuhan atap.
Kepala Disnaker Kota Cirebon, Agus Suherman, menjelaskan insiden itu terjadi saat hujan mengguyur wilayah tersebut. Menurut Agus, akibat kejadian tersebut sebanyak enam lokal ruangan ambruk di antaranya, gedung ruang pelatihan, ruang Kepala UPT serta ruang bidang pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja.
Walaupun banyak fasilitas kantor yang rusak, namun pihaknya belum dapat mengalkulasi kerugian akibat kejadian tersebut.
“Saya belum tahu pasti berapa kerugiannya cuman beberapa unit komputer dipastikan rusak dan basah dari total 32 unit yang ada di ruang pelatihan sekitar 10 unit rusak,” katanya.
Agus menduga ambruknya atap gedung disebabkan struktur utama bangunan yang merupakan konstruksi rangka baja ringan yang telah cukup berumur, tidak mampu menahan beban air hujan.
“Rangka baja ringan pada atap diduga tidak mampu menahan beban air hujan. Atap tersebut diketahui terakhir kali diperbaiki pada tahun 2008,” kata Agus.
Menurut Agus, amruknya atap bangunan tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, dimana sampai Jumat siang, semua ruangan masih digunakan seperti biasa.
“Tidak ada tanda-tanda, atap miring atau bagaimana, makannya sampai Jumat masih digunakan. Sekarang kita pakai ruang sementara, ya dengan kondisi ini kita ingin ada lokasi yang lebih nyaman,” tandas Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan intruksi dari Walikota untuk menindaklanjuti runtuhnya atap di kantor Disnaker tersebut.
“Kita sudah dapat arahan dari pak Wali. Kita akan lihat dulu situasinya seperti apa, kemudian kita lihat juga dengan kemampuan anggaran,” ujar Rachman.
Pihaknya akan menerjunkan tim ke lokasi untuk menghitung kebutuhan perbaikan atap gedung Disnaker yang ambruk.
“Kalau misalnya ternyata membutuhkan biaya yang cukup besar, Pak Wali kemarin ada arahan kemungkinan apakah direlokasi dulu sementara ke gedung yang lain,” kata Rachman.
Peristiwa ambruknya atap gedung Disnaker tersebut, menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur perkantoran yang ada.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.