SUARA CIREBON – Insiden ambruknya atap gedung Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon memunculkan kekhawatiran akan keselamatan kerja dan kelancaran pelayanan publik, sehingga diperlukan adanya renovasi gedung dan juga relokasi para pegawai di dinas tersebut.
Hal itu dikemukakan sejumlah anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, saat meninjau langsung kondisi gedung kantor Disnaker yang mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem, Selasa, 27 Januari 2026.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Muhammad Handarujati mengatakan, hasil peninjauan di lokasi mendapati usia bangunan menjadi salah satu faktor utama ambruknya atap gedung tersebut. Gedung kantor Disnaker tersebut diketahui telah berusia hampir 20 tahun, dengan pembangunan terakhir dilakukan pada tahun 2007.
“Kami baru tahu usia gedung ini sudah 20 tahun, terakhir direnovasi 2007, kemudian penggunaan rangka baja ringan yang dipadukan dengan genteng tanah liat dinilai menjadi beban yang terlalu berat bagi struktur bangunan yang sudah tua,” kata Andru sapaan akrab Handarujati, usai melakukan peninjauan.
Meski kerusakan bangunan cukup signifikan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya berdampak pada kerusakan barang-barang inventaris kantor.
“Untungnya tidak ada korban jiwa, tetapi sedikitnya terdapat enam ruangan yang terdampak cukup parah, di antaranya, dua ruang kelas pelatihan ketenagakerjaan, satu ruang kepala bidang, satu ruangan staf,” katanya.
Terkait kondisi gedung yang dinilai sudah tidak layak, DPRD merekomendasikan agar aktivitas perkantoran segera direlokasi demi melindungi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memberikan rasa nyaman dalam bekerja.
“Jadi kita merekomendasikan sesuai dengan arahan Pak Wali, sementara kantor Disnaker relokasi ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Beberapa opsi lokasi relokasi yang diusulkan antara lain, Grage City Mall dan bekas kantor DPMPTSP di wilayah Kebumen.
“Kami berharap Pemerintah Kota Cirebon dapat mengambil langkah strategis untuk perbaikan segera. Mengingat insiden ini terjadi akibat bencana curah hujan ekstrem, pembiayaan perbaikan diharapkan bisa menggunakan pos Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujarnya.
Disnaker merupakan salah satu etalase pelayanan Pemerintah Kota Cirebon dalam hal ketenagakerjaan, sehingga pemulihan fasilitas ini menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu lebih lama.
Sementara itu Kepala Disnaker Kota Cirebon, Agus Suherman menyamapaikan, sebelum terjadinya ambruk bahwa atap bangunan tersebut dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
“Memang itu sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah mulai pada bocor dan mungkin pas cuacanya ekstrem jadi ambruk. Memang ini usia bangunan sudah 20 tahun, direnovasi terakhir tuh 2007,” kata Agus Suherman.
Menurut Agus, selain enam lokal gedung yang atap bangunannya ambruk, beberapa ruangan yang masih bisa digunakan sebenarnya dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
“Ruangan yang masih utuh sebenarnya dalam kondisi yang mengkhawatirkan, cuman kita tetap menerapkan kehati-hatian supaya pelayanan di kantor kami tetap berjalan,” ujarnya.
Mengenai rencana relokasi, Agus menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Cirebon dalam hal ini Wali Kota Cirebon.
“Di manapun tempat relokasinya, kami siap menempati untuk sementara,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat mengatakan, ambruknya atap bangunan Disnaker Kota Cirebon dikarenakan beberapa faktor, salah satunya faktor usia bangunan.
“Usia bangunan menjadi faktor penyebab atap bangunan di Disnaker ambruk kemudian konstruksinya juga kurang bagus ataupun kurang baik, seperti genting dari tanah liat yang dipadukan dengan baja ringan itu tidak sangat tepat,” kata Rachman.
Terkait renovasi, Rachman mengatakan, hasil pertemuan dengan Komisi II DPRD dan Dinas Tenaga Kerja akan disampaikan terlebih dahulu kepada Wali Kota.
“Tentu kita akan merenovasi, tapi akan konfirmasi dulu dengan Pak Wali hasil pertemuan ini. Rekomendasi Pak Wali sih, untuk sementara relokasi dulu ke tempat yang aman,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.