SUARA CIREBON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat, sedikitnya lima desa di empat kecamatan di wilayah barat dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir, pada Rabu, 28 Januari 2026 kemarin. Banjir bahkan masih menggenang di beberapa titik hingga, Kamis, 29 Januari 2026 siang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, mengatakan, desa yang diterjang banjir adalah Desa Ujunggebang, Bunder, Bojong Kulon, Kedongdong, dan Desa Susukan, Kecamatan Susukan. Kemudian Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Desa Bayalangu Kidul Kecamatan Gegesik, dan Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan.
Menurut Ikin, banjir di Desa Ujunggebang tidak sampai merendam rumah-rumah warga, melainkan hanya merendam ruas jalan penghubung Desa Bunder-Ujunggebang saja.
“Banjir di Bayalangu Kidul terjadi di ruas jalan provinsi, yaitu ruas jalan Arjawinangun menuju Gegesik,” ujar Ikin Asikin, Kamis, 29 Januari 2026.
Hasil asesmen yang dilakukan tim Pusdalops BPBD bersama aparat desa dan dinas terkait menyebutkan, bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah desa di wilayah barat Kabupaten Cirebon ini dipicu hujan intensitas sedang dengan durasi lama dan terjadi secara merata hingga ke hulu, yakni Majalengka.
Kondisi tersebut menyebabkan beberapa sungai di Kabupaten Cirebon di antaranya, Sungai Kaliwetan, Wanganayam, Posong dan Sungai Winong meluap. Ikin menyampaikan, banjir dipicu adanya sedimentasi sungai dan kurangnya drainase di beberapa titik banjir.
“Kemarin kami melakukan penyisiran lokasi terdampak untuk penanganan kedaruratan, terutama evakuasi warga terdampak. Kalau Sungai Kaliwetan airnya tidak sampai limpas ke Ujunggebang,” kata Ikin.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 312 rumah, 1.273 jiwa atau 425 keluarga di Desa Bunder, Bojong Kulon, Kedongdong dan Desa Susukan terdampak banjir. Di mana, banjir di sejumlah desa tersebut disebabkan luapan air dari Sungai Wanganayam.
Sementara banjir yang merendam ruas jalan Arjawinangun-Gegesik, tepatnya di Desa Bayalangu Kidul, hingga Kamis pagi sekira pukul 09.45 WIB masih menggenangi ruas jalan tersebut.
Petugas kepolisian dari Polsek Gegesik tampak mengatur arus lalu lintas dengan cara buka tutup. Hal itu dilakukan, mengingat jalan yang tergenang air kondisinya miring.
Kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak menuju Gegesik atau sebaliknya, diarahkan secara bergantian agar melewati jalan yang posisinya lebih tinggi. Kendati demikian, pengendara roda dua tetap harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan tergenang banjir tersebut.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.