SUARA CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon berencana menghidupkan kembali destinasi wisata kota tua.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengatakan, pengembangan kawasan kota tua menjadi salah satu prioritas dinasnya. Agus berharap, destinasi wisata kota tua mampu mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kota Cirebon.
“Kawasan kota tua meliputi eks gedung BAT, pecinan, Lapangan Kebumen dan sekitarnya diharap dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Kami menargetkan sebanyak 5 juta wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon pada tahun 2026 ini,” kata Agus Sukanjaya, Jumat, 30 Januari 2026.
Pihaknya akan membenahi kawasan kota tua tersebut, termasuk membangun tugu titik nol kilometer di area Lapangan Kebumen sebagai ikon baru wisata Kota Cirebon.
“Konsepnya tengah berjalan. Pelan-pelan akan kami tata kawasan kota tua berdasarkan sejarahnya,” kata Agus.
Untuk kawasan Pecinan, Disbudpar akan melakukan penataan sesuai fungsi kawasan dengan konsep wisata tematik. Beberapa program yang disiapkan antara lain aktivasi night market (pasar malan, red), penataan pedagang, hingga pengelolaan area parkir untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Pecinan akan dihidupkan dengan konsep tematik, seperti night market, penataan PKL, serta pengaturan parkir agar lebih tertib dan ramah wisatawan,” kata Agus.
Sementara itu, Lapangan Kebumen akan diarahkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Sejumlah kegiatan kesenian sudah mulai digelar, termasuk pertunjukan seni di Gedung Bundar.
Ke depan, menurut Agus, Lapangan Kebumen akan dikelola langsung oleh Disbudpar sebagai kawasan pasar seni dan ruang ekspresi budaya.
“Di Kebumen, aktivitas seni sudah mulai berjalan. Pertunjukan kesenian sudah kita mulai, dan ke depan kawasan ini akan menjadi pusat kegiatan seni budaya yang dikelola Disbudpar,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.