SUARA CIREBON – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon meminta bangunan yang menghalangi aliran air untuk lahan pertanian di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, dibongkar.
Hal itu dikemukakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno, saat menunjau bangunan instalasi pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Indramayu yang melintasi Desa Cikalahang, Rabu, 4 Februari 2026.
Cakra menjelaskan, keberadaan bangunan yang menghalangi pasokan air ke lahan pertanian di Desa Cikalahang itu, bahkan viral di media sosial. Bahkan, lanjut Cakra, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun penyempatkan meninjau Desa Cikalahang, belum lama ini.
“Pemasangan instalasi pipa oleh PDAM Indramayu telah menghalangi aliran air yang seharusnya menjadi hak warga Cikalahang. Bangunan tersebut menyebabkan penurunan debit air untuk lahan pertanian, dari sebelumnya 114 hektare dapat terairi kini hanya cukup untuk 86 hektare lahan saja,” kata Cakra.
Menurut Cakra, hak masyarakat sekitar sumber mata air baku tidak boleh terabaikan oleh kepentingan lain, baik kepentingan perusahaan daerah maupun perusahaan swasta.
“DPRD Kabupaten Cirebon akan mengevaluasi apakah pipa tersebut sudah menghambat aliran mata air yang sebetulnya harusnya punya hak warga Cikalahang atau tidak? Jika terbukti menghambat, kami akan merekomendasikan agar bangunan dibongkar dan ditata ulang,” ujar Cakra.
Selain itu, lanjut Cakra, Komisi II DPRD juga menemukan adanya reservoir yang dimiliki oleh perusahaan swasta di Telaga Nilam. Padahal seharusnya, sumber air baku merupakan milik negara, sehingga dalam pengelolaannya dilakukan perusahaan negara atau perusahaan milik pemerintah daerah.
”Saya meminta pemerintah untuk tegas membongkar bangunan yang menghalangi aliran air yang menjadi hal warga. Kita minta ketegasan pemerintah pusat dalam hal ini pihak BBWS, agar bangunan itu dibongkar,” tandasnya.
Sementara itu Kuwu Cikalahang, Kusnan, mengaku mengapresiasi kunjungan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon tersebut. Pasalnya, permasalahan pipa PDAM Indramayu yang ada di Desa Cikalahang, menyebabkan warga desanya kesulitan pasokan air khususnya untuk lahan pertanian.
“Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan anggota DPRD ini permasalahan yang ada di Desa Cikalahang dapat cepat terselesaikan,” ungkapnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.