SUARA CIREBON – Tak hanya mengevaluasi kinerja PD Pembangunan, Komisi II DPRD Kota Cirebon juga menyoroti kondisi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Farmasi Ciremai yang mengalami permasalahan terkait regulasi dan optimalisasi aset.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Muhammad Handarujati Langkah tersebut dilakukan dalam upaya menyehatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurutnya, meski pembangunan gedung Perumda Farmasi telah rampung menggunakan suntikan modal daerah, operasionalnya belum maksimal. Salah satu hambatan utama adalah adanya perubahan regulasi atau klausul dari BPJS Kesehatan yang membatasi operasional klinik mata di tempat tersebut.
“Gedungnya sudah jadi, tapi tidak bisa maksimal karena terganggu regulasi. Contohnya, dulu ada klinik mata yang potensinya besar, tapi karena aturan BPJS berubah, operasionalnya jadi terbatas dan akhirnya terhenti,” jelas Andru –sapaan akrab Handarujati, Kamis, 5 Februari 2026.
Menyikapi minimnya pemasukan perusahaan, lanjut Andru, Komisi II DPRD merekomendasikan agar manajemen Perumda Farmasi lebih proaktif dalam menggandeng mitra kerja baru.
Pihaknya mendorong perusahaan untuk mengajak dokter-dokter potensial agar membuka praktik di Perumda Farmasi Ciremai guna meningkatkan aktivitas bisnis dan pendapatan perusahaan.
Hingga saat ini, kondisi keuangan Perumda Farmasi dilaporkan masih terkendala akibat rendahnya pemasukan, meskipun belum ada informasi resmi mengenai kebijakan merumahkan karyawan seperti yang terjadi di PD Pembangunan.
“Mereka saat ini hanya mengandalkan apotek saja,” katanya.
Andru menegaskan, Upaya penyehatan BUMD ini menjadi prioritas mendesak mengingat Kota Cirebon mengalami penurunan dana transfer daerah dari pemerintah pusat sebesar Rp220,5 miliar.
Menurut Andru, Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui BUMD harus menjadi penopang utama keuangan Pemkot Cirebon agar tidak terus bergantung pada pemerintah pusat.
“Kami berkomitmen agar BUMD segera sehat dan bisa memberi kontribusi terbaik untuk PAD, apalagi dengan adanya penurunan dana transfer yang cukup besar tahun ini,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.