SUARA CIREBON – Ratusan relawan bergabung melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat, 7 Februari 2026.
Aksi yang diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon bersama jajaran TNI-Polri, perangkat daerah, organisasi masyarakat, serta pelajar itu, merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan pesisir, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai itu melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai unsur. Salah satu sasaran utama adalah puluhan ton sampah plastik sisa limbah rumah tangga yang terbawa ke laut melalui sungai.
“TNI-Polri bersama Forkopimda, organisasi masyarakat serta anak-anak sekolah melaksanakan pembersihan Pantai Kesenden. Ini wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan pesisir,” ujar Hista kepada awak media.
Selain para relawan, lanjut Hista, dalam aksi bersih-bersih Pantai Kesenden tersebut, tutut diterjunkan satu unit excavator amfibi. Pelibatan alat berat itu agar proses pembersihan dapat menjangkau area yang sulit diakses kendaraan.
Ia mengakui, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat sejumlah kendala di lapangan. Namun, pembersihan akan dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal.
“Karakteristik Pantai Cirebon ini berbeda dengan pantai pada umumnya. Pantai ini cenderung pendek dan berlumpur, sehingga sampah yang menumpuk sebagian besar berasal dari air pasang dan muara sungai. Ketebalan tumpukan sampah di bibir pantai bisa mencapai 1 hingga 2 meter. Sampah datang dari hulu sungai dan terhempas di bibir pantai,” ungkapnya.
Pihaknya berharap agar kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai dihentikan. Hal itu agar, lingkungan pantai menjadi bersih dan bebas dari sampah.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini menambahkan, sampah diangkut menggunakan truk kemudian dibuang ke TPA Kopiluhur.
Ia menyampaikan, DLH akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta menjalin koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pemasangan barrier di muara sungai.
“Langkah ini dilakukan agar sampah tidak sampai ke laut dan menambah pencemaran di kawasan pesisir,” tutup Fina. ***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.