SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon meminta masyarakat yang memiliki anak usia 9–59 bulan yang belum mendapatkan vaksin MR, baik dosis pertama maupun kedua, untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Pasalnya, saat ini Dinkes tengah melaksanakan program catch up campaign (CUC) vaksin campak dan rubella (MR) bagi bayi dan balita usia 9–59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih mengatakan, program tersebut ditargetkan bisa mencapai 95 persen vaksinasi bayi dan balita yang belum menerima imunisasi MR sebelum Hari Raya Idulfitri.
Karenanya, ia meminta masyarakat yang memiliki anak usia 9–59 bulan dan belum mendapatkan vaksin MR, baik dosis pertama maupun kedua, untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Vaksin MR diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada usia 9 bulan, 18–24 bulan, serta pada usia 5–7 tahun.
“Bayi dan balita usia 9 sampai 59 bulan yang belum mendapatkan dosis pertama maupun kedua pada bulan Maret ini bisa datang ke puskesmas, posyandu, atau meminta kunjungan tenaga kesehatan,” kata Mona, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, penyakit campak dan rubella memang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, keduanya berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti radang otak dan pneumonia yang dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak yang belum mendapatkan vaksinasi.
“Kalau sudah divaksin sesuai usia, risiko komplikasi dapat dicegah,” ujarnya.
Mona menambahkan, selama pelaksanaan kampanye ini, anak berusia di bawah 59 bulan yang belum pernah mendapatkan vaksin MR sama sekali tetap dianjurkan untuk segera melakukan imunisasi guna mencegah penularan penyakit tersebut.
Jika ada masyarakat merasakan demam yang kemudian muncul ruam pada kulit, ia mengimbau agar menahan diri untuk tidak keluyuran kemana-mana.
Pasalnya, gejala ini adalah tanda penyakit campak, penyakit yang sangat menular. Kalau memaksakan keluar, nanti bakal menularkan kepada masyarakat lainnya.
“Sebaiknya masyarakat yang terduga campak tersebut lebih baik istirahat di rumah, batasi kontak dengan orang lain dan segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan pelayanan yang tepat,” ungkapnya.
Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus berbeda, namun memiliki gejala yang hampir serupa dan kerap menyerang anak-anak. Penularannya umumnya terjadi melalui droplet pernapasan saat penderita batuk atau bersin.
Campak disebabkan oleh virus campak, sedangkan rubella disebabkan oleh virus rubella. Kedua penyakit tersebut biasanya ditandai dengan gejala demam yang disertai munculnya ruam pada kulit.
Ia menegaskan, pencegahan paling efektif terhadap kedua penyakit tersebut adalah melalui imunisasi menggunakan vaksin MR atau MMR. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah penularan campak dan rubella.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.