Kamis, April 9, 2026
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Cirebon

Soal Pembongkaran Rel Kereta Api Kuno Zaman Kolonial Belanda di Cirebon, Wali Kota Edo: Sudah Tua Khawatir Berdampak Merusak Lingkungan

by Muhammad Surya
Kamis, 9 April 2026
in Cirebon
Reading Time: 3 mins read
A A
Soal Pembongkaran Rel Kereta Api Kuno Zaman Kolonial Belanda di Cirebon, Wali Kota Edo: Sudah Tua Khawatir Berdampak Merusak Lingkungan

Pembongkaran rel kereta api kuno yang melintang di Sungai Sukalila Kota Cirebon, beberapa hari lalu, yang menimbulkan polemic terkait benda diduga cagar budaya.* (Foto: Dokumen/Suara Cirebon)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Forum diskusi yang dimediasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon terkait polemik pembongkaran rel kereta api kuno yang melintang di atas Sungai Sukalila, Selasa, 7 April 2026 malam, mengungkap fakta bahwa pembongkaran yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon adalah atas permintaan Pemerintah Kota Cirebon.

Dalam diskusi tersebut, Vice President Daop 3 Cirebon Sigit Winarto mengatakan, pembongkaran dilakukan setelah menerima surat resmi dari Wali Kota Cirebon yang terbit pada 2 Januari 2026 lalu, dengan prihal permohonan pembongkaran rel lama di Jalan Sisingamaharaja yang ditunjukkan ke pimpinan KAI Daop 3 Cirebon.

“Judulnya saja sudah ‘Permohonan Pembongkaran’. Jadi kami menerima bahwa itu sudah klir di Balai Kota,” kata Sigit di hadapan peserta diskusi.

Namun, Sigit mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian informasi sebelumnya.

“Pertama, saya secara pribadi dan kelembagaan memohon maaf atas kegaduhan yang sekarang terjadi. Itu semua mungkin karena beberapa kekurangtelitian dari kami,” ujarnya.

“Secara teknis, betul kami salah, cuma secara visual memang itu sudah berkarat,” imbuhnya.

Sigit memastikan, bahwa material rel tidak hilang dan masih tersimpan di gudang KAI.

“Intinya secara barang, semua barang ada di gudang kami. Kalau mau rekonstruksi lagi, mungkin butuh teknik tertentu,” katanya.

Terpisah, saat dimintai tanggapannya atas polemik pembongkaran rel kereta api Sungai Sukalila, yang dilaksanakan karena adanya surat permintaan dari Pemerintah Kota Cirebon, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan, tidak ada niat untuk merusak benda yang diduga cagar budaya.

Wali Kota Edo menegaskan, pihaknya semata-mata mempertimbangkan dampak dari adanya bekas rel yang sudah lapuk tersebut.

“Usianya sudah tua, takutnya rapuh yang berdampak merusak lingkungan di sekitar. Di dekat rel itu juga ada jaringan pipa gas jika sampai rusak nanti merugikan banyak orang,” kata Edo, Rabu, 8 April 2026.

Menurutnya, Pemerintah Kota Cirebon tengah melakukan koordinasi dengan PT KAI untuk membuat replika yang nanti terpasang di bekas lokasi rel kereta api Sukalila tersebut. Hal itu agar masyarakat mengetahui di bantaran Sungai Sukalila pernah ada jalur kereta api tua peninggalan Belanda.

“Rencana pembongkaran atau penataan jalur rel ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi tata ruang kota agar kawasan tersebut bisa lebih produktif dan tidak terkesan kumuh,” katanya.

Edo memastikan Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk menjadi jembatan antara pihak PT KAI dan para pemerhati budaya. Ia menekankan pentingnya sosialisasi yang matang agar tidak terjadi konflik di lapangan.

Edo berharap proses ini dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Kawasan Sukalila dan Kalibaru diproyeksikan akan mengalami pembenahan infrastruktur guna mendukung kelancaran arus lalu lintas dan estetika kota di masa mendatang.

“Kami akan terus memantau perkembangannya dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil telah melalui kajian yang mendalam serta melibatkan dialog dengan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, jalur rel di Kalibaru merupakan salah satu aset milik PT KAI yang sudah lama tidak beroperasi secara reguler. Penataan kembali lahan ini seringkali menjadi agenda strategis untuk pengembangan area perkotaan di Cirebon.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: CirebonEffendi EdoKolonial BelandaRel Kereta ApiRel Kereta Api di CirebonRel Kereta Api KunoRel Kereta Api Kuno di CirebonRel Kereta Api Zaman BelandaRel Kereta Api Zaman Kolonial Belanda di CirebonWali Kota Cirebon

Muhammad Surya

Berita Terkait

Cirebon

Harga Plastik Naik, Pedagang kian Sulit, Bukan Komoditas Utama, namun Berdampak Signifikan

by Muhammad Surya
Kamis, 9 April 2026
Cirebon

Bongkar Rel Kereta Api Kuno Zaman Kolonial Belanda di Cirebon, PT KAI Minta Maaf, Akui Kurang Teliti

by Muhammad Surya
Kamis, 9 April 2026
Berita Utama

Pembelajaran Lima Hari Sepekan Tunggu SK Bupati Cirebon

by Islahuddin
Kamis, 9 April 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Harga Plastik Naik, Pedagang kian Sulit, Bukan Komoditas Utama, namun Berdampak Signifikan

Kamis, 9 April 2026

Soal Pembongkaran Rel Kereta Api Kuno Zaman Kolonial Belanda di Cirebon, Wali Kota Edo: Sudah Tua Khawatir Berdampak Merusak Lingkungan

Kamis, 9 April 2026

Bongkar Rel Kereta Api Kuno Zaman Kolonial Belanda di Cirebon, PT KAI Minta Maaf, Akui Kurang Teliti

Kamis, 9 April 2026

Pembelajaran Lima Hari Sepekan Tunggu SK Bupati Cirebon

Kamis, 9 April 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tems of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Exit mobile version