SUARA CIREBON – Pembangunan kantor baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon telah memasuki minggu ke-13. Progres pembangunan kantor tersebut diperkirakan sudah mencapai 30 persen.
Sekretaris Pelaksana (Seklak) BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, mengatakan, proses pembangunan kantor baru BPBD dimulai sejak 23 Januari 2026. Pekerjaan proyek ditargetkan rampung pada 21 Juli mendatang.
“Pembangunan dimulai sejak 23 Januari sampai 21 Juli, itu berarti pelaksanaannya 180 hari kalender,” ujar Syamsul Huda, Senin, 20 April 2026.
Syamsul mengatakan, pembangunan kantor BPBD merupakan salah satu program lelang dini pemerintah daerah. Ia mengakui, di awal pelaksanaan pekerjaan, prosesnya sempat terkendala hujan. Di mana sejak Januari hingga Februari intensitas hujan cukup tinggi.
“Ada keterlambatan di awal pembangunan, Januari sampai Februari hujan terus. Sehingga banyak kendala saat penggalian, karena banyak keluar air. Itu sampai dipompa oleh pemborongnya,” jelas Syamsul.
Syamsul menyebut, titik rawan keterlambatan terjadi pada betonisasi yang memang harus mengikuti umur beton. Pihaknya pun menyadari dan tidak ingin terburu-buru, karena dampaknya bisa menjadi kurang baik.
“Kita juga gak ingin cepat-cepat kalau nanti hasilnya malah retak-retak,” jelasnya.
Menurut Syamsul, pembangunan gedung baru kantor BPBD menelan anggaran Rp6 miliar lebih itu dilakukan dalam satu tahap. Alokasi anggaran tersebut untuk pembangunan gedung dengan dua lantai.
“Jadi, lantai bawah untuk gudang, parkir dan lainnya. Di lantai atas ada aula, bisa sebagai efisiensi kalau BPBD ada acara-acara, daripada di luar. Di lantai atas juga ada ruang untuk personel di kantor,” paparnya.
Rencananya, kantor baru BPBD bakal segera ditempati pada Agustus atau September 2026. Perpindahan kantor ini rencananya akan dilakukan dengan membawa aset dari kantor sebelumnya yang masih dibutuhkan.
“Aset-aset kita kumpulin dulu, mana yang bisa dibawa ke sana,” tutur Syamsul.
Ia menambahkan, posisi kantor baru tersebut cukup strategis karena berada di jalur utama, yakni di Jalan Raden Dewi Sartika, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber. Syamsul meyakini, lokasi kantor tersebut dapat membuat pelayanan kebencanaan bisa lebih cepat. Dengan kondisi wilayah Kabupaten Cirebon yang dinilai cukup luas ini, ia menargetkan pelayanan bisa dilakukan dalam satu jam.
“Kita targetkan begitu terima laporan kebencanaan, langsung melakukan assesmen, penanggulangan enggak lebih dari 15 menit. Kalau di kantor baru kan langsung jalur utama, jadi mau kemana-mana kita enak. Jadi, dengan luasnya wilayah kabupaten ini harapannya satu jam sudah sampai di lokasi bencana,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.