SUARA CIREBON – Kebakaran hebat melanda sebuah tempat usaha penyimpanan barang bekas (rongsok) di Blok Bongklang, Desa Panguragan Lor, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa, 21 April 2026 petang.
Banyaknya material mudah terbakar di lokasi kejadian membuat kobaran api membesar dengan cepat. Asap hitam pekat yang membumbung sontak membuat geger warga setempat. Mereka sontak turut membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sementara warga lainnya mencoba melaporkan peristiwa tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) melalui sektor Damkar terdekat. Laporan dilakukan menyusul kobaran api yang semakin membesar dan dikhawatirkan menjalar ke lokasi lain.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarpras pada Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana mengatakan, kebakaran tempat barang bekas di Desa Panguragan Lor diterima Damkar Sektor Arjawinangun dari warga setempat melalui sambungan telepon pukul 18.57 WIB.
Menurut Eno, proses pemadaman dilakukan oleh tim Damkar dari Sektor Arjawinangun. Pihaknya juga menerjunkan dua tim tambahan dari Sektor Gunungjati dan Sektor Weru.
“Saat tiba di lokasi, api masih menyala besar. Untuk mengantisipasi api menjalar ke lokasi lainya, kami terjunkan armada tambahan dari Sektor Gunungjati dan Weru,” ujar Eno Sujana, Rabu, 22 April 2026.
Menurut Eno, situasi di lokasi dinilai cukup berbahaya karena kondisi di sekitarnya dipenuhi material limbah atau barang bekas jok mobil bus yang mudah terbakar.
“Memang situasinya cukup berbahaya,” kata Eno.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, lanjut Eno, kebakaran berawal diduga dari percikan api saat memotong besi yang jatuh ke tumpukan jok bekas berbahan busa.
“Penyebab kebakaran diduga dari percikan api sewaktu memotong besi dengan menggunakan gerinda,” terangnya.
Ia menyampaikan, api berhasil dipadamkan setelah tim berjibaku kurang dari 30 menit. Akibat kejadian tersebut, dua unit bus rongsok, tumpukan jok mobil dan bahan mudah terbakar lainnya, ludes dilalap si jago merah.
“Tidak ada korban jiwa atau luka, kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Tapi proses pemadaman sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang rusak berat,” pungkasnya.
Proses penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari anggota Polsek Panguragan, Koramil Arjawinangun, hingga perangkat dan warga desa setempat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.