SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025 mencapai 1.169 kasus. Peningkatan kasus terjadi sejak Maret hingga Juli 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni, melalui Ketua Tim Kerja P2PM Bidang Peencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Subhan, mengatakan, peningkatan kasus DBD pada Maret hingga Juli 2025 tersebut, disebabkan curah hujan tinggi yang memicu banyaknya tempat perindukan nyamuk.
“Kasus DBD meningkat sejak Maret hingga Juli 2025 akibat curah hujan tinggi yang memicu banyaknya tempat perindukan nyamuk,” ujar Subhan, Kamis, 29 Januari 2026.
Dengan adanya peningkatan tersebut, total kasus DBD sepanjang tahun 2025 mencapai 1.169 kasus. Dari jumlah tersebut, tercatat dua orang meninggal dunia.
“Tahun kemarin, dari total kasus tersebut sebanyak dua orang meninggal dunia,” kata Subhan.
Subhan menjelaskan, dua kasus pesien yang meninggal dunia masing-masing berasal dari Kecamatan Gegesik dan Kecamatan Susukan.
Dalam catatan Dinkes, kasus DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Plumbon dengan jumlah mencapai 103 kasus. Kemudian disusul Kecamatan Weru dengan 79 kasus, Sumber 69 kasus, Palimanan 67 kasus, dan Kecamatan Klangenan 55 kasus.
Sementara hingga Januari 2026, kasus DBD di Kabupaten Cirebon sudah ada 37 kasus. Dinkes Kabupaten Cirebon pun mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus yakni menguras, menutup dan mengubur barang bekas plus menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, Dinkes juga mendorong masyarakat aktif menerapkan program Satu Rumah Satu Jumantik. Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri sendi, sakit kepala, atau muncul bintik merah pada kulit.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.