SUARA CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan komunitas seniman lokal menyelenggarakan “Pameran Lukisan 17 Pitulas” di Gedung Ruang Kreasi, Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Weru, Rabu, 4 Februari 2025.
Pameran Lukisan 17 Pitulas ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Februari 2026. Kegiatan tersebut turut diramaikan berbagai aktivitas komunitas, pelaku UMKM, dan demonstrasi memasak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni mengatakan, pameran lukisan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disbudpar dan Paguyuban Pelukis Cirebon yang dilaksanakan secara mandiri dan gotong royong para seniman.
Kolaborasi penyelenggaraan kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon tanpa mengandalkan dukungan anggaran pemerintah.
Amin menyampaikan, pelaksanaan kegiatan seni dan budaya tidak selalu harus berbasis pada anggaran, baik dari APBD maupun APBN. Kegiatan seni dapat digerakkan melalui semangat, keseriusan, dan kerja sama antar pelaku seni.
“Kegiatan tersebut sifatnya kolaboratif, tidak ada anggaran dari kami. Paguyuban Pelukis Cirebon berinisiatif melaksanakan secara mandiri. Ini menjadi spirit dan penyemangat bagi kami,” kata Amin Mugni, Kamis, 5 Februari 2026.
Amin menyebut, pameran tersebut menjadi langkah awal Disbudpar dalam menghidupkan kembali Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon sebagai ruang ekspresi dan interaksi bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya seniman seni rupa.
Kegiatan seperti ini diyakini dapat menjadi pemersatu para seniman, terutama pelukis Cirebon, untuk menyamakan persepsi terkait wacana penyelenggaraan event seni bertarap nasional hingga internasional.
Amin mengungkapkan, sejumlah pelukis asal Cirebon ini kerap mengikuti pameran di berbagai daerah seperti Jakarta, Solo, Pekalongan, dan Surabaya. Namun, mereka belum terwadahi secara optimal di daerah sendiri.
“Melalui pameran tersebut, kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas seniman dapat terus diperkuat guna memberikan dorongan dan ruang apresiasi bagi seniman lokal,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua Panitia Pameran Lukisan 17 Pitulas, Guntur Alibasa mengatakan, pameran tersebut menampilkan sekitar 40 hingga 45 karya lukis dari 20 seniman yang tergabung dalam Paguyuban Pelukis Cirebon.
Guntur menjelaskan, tujuan utama pameran adalah membangkitkan gairah berkarya sekaligus menghidupkan kembali seni rupa di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon yang dinilainya sempat mengalami stagnasi.
“Selama ini seni rupa di Cirebon seperti mati suri, timbul tenggelam. Dengan kegiatan yang rutin, kami berharap masyarakat semakin dekat dan terbiasa dengan seni rupa,” kata Guntur.
Pihaknya berupaya memasyarakatkan seni rupa dengan menghadirkan pameran di ruang-ruang publik, sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan di Pasar Batik Cirebon.
“Meski Cirebon belum memiliki institusi pendidikan seni rupa formal, tapi daerah ini memiliki banyak seniman potensial yang mampu bersaing dengan kota-kota besar,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.