SUARA CIREBON – Kantor Posyandu milik Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kembali dibobol pencuri, Kamis, 5 Februari 2026 dinihari.
Sejumlah barang berharga seperti satu set komputer, mesin pompa air dan peralatan kesehatan termasuk timbangan bayi, hilang digondol maling.
Posyandu yang berada satu atap dengan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tersebut, diketahui sudah tidak difungsikan sejak dua tahun terakhir, sehingga kondisinya terbengkalai dan minim pengawasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kuwu Desa Setu Kulon, Tanto Taufik, menjelaskan, aksi pencurian ini bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, pembobolan tersebut telah terjadi empat kali.
”Ini sudah yang keempat kalinya. Saat kejadian pertama belum ada barang yang hilang, tapi sudah terlihat aktivitas mencurigakan,” ujar Tanto, Kamis, 5 Februari 2026 siang.
Menurut Tanto, aktivitas PAUD dan Posyandu terpaksa dinonaktifkan sementara sejak tahun 2024, setelah para guru PAUD mengundurkan diri secara serempak. Hal itu karena minimnya jumlah murid serta hak pengajar yang belum terpenuhi.
“Karena tidak ada lagi tenaga pengajar, Pemdes melaporkan penonaktifan sementara, sejak itu gedung PAUD dan Posyandu tidak digunakan dan akhirnya terbengkalai,” katanya.
Pada kejadian awal, aparat Pemerintah Desa Setu Kulon menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di Posyandu, termasuk obat-obatan hingga alat kontrasepsi, yang bukan berasal dari kegiatan kader Posyandu.
“Padahal kader Posyandu tidak pernah menyimpan alat kontrasepsi di sana, tapi kok ada? Itu sudah jadi tanda-tanda yang mencurigakan,” ungkapnya.
Pada pembobolan terakhir, pelaku diduga membawa kabur satu set komputer, timbangan bayi, mesin pompa air, serta sejumlah alat kesehatan lainnya yang selama ini tersimpan di Posyandu.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Desa Setu Kulon telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Sebagai langkah antisipasi sisa barang yang masih ada diamankan ke Kantor Desa.
“Kami sudah lapor ke kepolisian dan langsung mengamankan barang-barang lainnya ke tempat yang lebih aman agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.