Selasa, Februari 10, 2026
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Cirebon

Pemdes Serang Cirebon Siap Pertahankan Aset, Ono Surono: Sengketa Lahan Pemakaman Terkait Sejarah Klenteng Jamblang

by Vicky Sugiarto
Senin, 9 Februari 2026
in Cirebon
Reading Time: 3 mins read
A A
Pemdes Serang Cirebon Siap Pertahankan Aset, Ono Surono: Sengketa Lahan Pemakaman Terkait Sejarah Klenteng Jamblang

Kuwu Serang, Kecamatan Klangenan, Risdianto menunjukan data lahan pemakaman Tionghoa kepada Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, saat mediasi, Minggu, 8 Februari 2026.* (Foto: Vicky/Suara Cirebon)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono bersama Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia memediasi pertemuan antara Yayasan Dharma Rhakita dengan Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Klangenan, dalam upaya menyelesaikan sengketa lahan pemakaman seluas 7,6 hektare yang diklaim sebagai aset kedua pihak, Minggu, 8 Februari 2026.

Mediasi yang dilakukan usai kunjungan ke Klenteng Jamblang itu, menggali nilai historis sebagai dasar penyelesaian konflik lahan yang mencakup area pemakaman dan lapangan seluas sekitar 7,6 hektare yang berada di Desa Serang, Kecamatan Klangenan.

“Klenteng Jamblang ini sejarahnya tidak bisa dilepaskan dari sejarah Cirebon sendiri, karena melihat dari susunan bangunan dan kayu yang terpasang, ini berasal dari kayu yang dulunya tiang Masjid Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan,” kata Ono, membuka dialog.

Menurut Ono, dari sisi umur bangunan, Klenteng Jamblang itu dibangun sekitar tahun 1480 Masehi. Menurutnya, klenteng itu hanya sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah menjadi sejarah Kabupaten Cirebon.

‎”Klenteng ini berhubungan dengan tanah pemakaman yang menjadi sengketa, maka dari itu kami mendatangi lokasi tanah tersebut untuk mengetahui lebih detail lagi, terkait dengan sejarahnya seperti apa sehingga bisa memiliki tanah pemakaman tersebut,” kata Ono.

Ono menegaskan, penelusuran sejarah menjadi satu pintu masuk untuk menyelesaikan sengketa lahan. Nantinya hasil penelusuran menjadi bahan dalam mediasi lanjutan yang melibatkan sejumlah pihak.

“Hasil mediasi akan dilanjutkan dalam pertemuan bersama Bupati Cirebon dengan harapan dapat menemukan solusi yang adil bagi semua pihak. ‎Mudah-mudahan Minggu ini mediasi bersama Bupati bisa mendapatkan hasil sehingga permasalahan ini bisa terselesaikan,” tandasnya.

‎Sementara itu, Kuwu Serang Risdianto, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya kunjungan DPRD Jawa Barat untuk memfasilitasi permasalahan ini.

“Karena kita pemerintah desa sudah pernah melakukan mediasi dari awal, sebelum ramai seperti sekarang, tetapi belum menemukan solusi,” kata Risdianto.

Risdianto menegaskan, lahan yang disengketakan meruapakan aset kas Desa Serang. Pihaknya mengantongi sejumlah bukti terkait hal tersebut.

‎”Sebenarnya lahan tersebut itu tanah kas desa, dengan dibuktikan sudah tercatat di DPMD, BPN, DKPP dan Pemerintah Daerah sejak 2007 serta dipertegas dengan adanya Perdes, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ataupun pemerintah desa,” ujarnya.

Risdianto mengakui, hasil mediasi hari ini belum menemukan titik terang, sehingga pihaknya berharap ada pertemuan lanjutan bersama Bupati Cirebon dan pihak-pihak terkait.

“Kami berharap bisa menemukan solusi, kalaupun nanti ketika audensi dengan Bupati pihak yayasan tidak puas silahkan gugat Pemerintah Desa Serang ke pengadilan,” tegasnya.

Terkait isu yang selalu dihembuskan pihak Yayasan, bahwa Pemdes Serang melakukan pembongkaran makam, Risdianto membatah hal tersebut.

“Isu itu tidak benar. Makam hilang itu karena tidak terawat selama bertahun-tahun, sehingga hilang sendiri,” katanya.

Risdianto menegaskan menolak jika aset des aitu harus dibagi dua dengan pihak Yayasan Dharma Rhakita.

“Pemerintah desa sangat keberatan karena akan berdampak hukum kepada saya pribadi. Saya akan mempertahankan apa yang menjadi aset desa sampai kapan pun,” pungkasnya.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: CirebonDesa SerangJamblangKabupaten CirebonKlentengKlenteng JamblangOno SuronoPemdes SerangSejarahSejarah Klenteng JamblangSengketa LahanSengketa Lahan di CirebonSengketa Lahan Pemakaman

Vicky Sugiarto

Berita Terkait

Cirebon

Bupati Cirebon Soroti Sampah, Semua Harus Berperan!

by Islahuddin
Selasa, 10 Februari 2026
Berita Utama

Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai Cirebon

by Islahuddin
Selasa, 10 Februari 2026
Cirebon

400 Relawan Babat Habis Sampah Pantai Kesenden Cirebon

by Muhammad Surya
Senin, 9 Februari 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Bupati Cirebon Soroti Sampah, Semua Harus Berperan!

Selasa, 10 Februari 2026

Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai Cirebon

Selasa, 10 Februari 2026

400 Relawan Babat Habis Sampah Pantai Kesenden Cirebon

Senin, 9 Februari 2026

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia Dorong Penyelesaian Sengketa Lahan Pemakan Desa Serang di Luar Pengadilan

Senin, 9 Februari 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tems of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Exit mobile version