SUARA CIREBON – Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia mendorong penguatan peran pemuda untuk mendukung kemajuan daerah. Sophi menilai, penguatan pemuda sangat penting termasuk dalam mengoptimalkan fungsi lembaga legislatif.
Menurut Sophi, DPRD memiliki keterbatasan menjangkau seluruh persoalan masyarakat secara langsung, sehingga dibutuhkan sinergi termasuk dengan pemuda, salah satunya Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
“Pada Rabu (25 Maret 2026) lalu, kami menerima audiensi Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Cirebon dan kami sampaikan bahwa DPRD membutuhkan peran komunitas seperti Ansor untuk membantu menyerap dan memetakan persoalan di lapangan. Ini penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran,” ujar Sophi dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2026.
Sophi mengakui, banyaknya persoalan yang tengah dihadapi Kabupaten Cirebon, dari insfrastruktur, kesehatan hingga bencana alam. Belakangan mengemuka juga persoalan ekonomi imbas gejolak geopolitik global.
Karena itu, penguatan dari semua pihak untuk mendukung ketahanan ekonomi daerah dan membangun fondasi ekonomi daerah sangat penting.
Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjawab persoalan di daerah.
Ia mendorong pendekatan penta helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
Dari beragam persoalan yang mengemuka, selain sinergi lintas sektor, menurutnya penting juga membangun kualitas SDM agar birokrasi daerah semakin baik dan kebijakan yang diputuskan mampu menjawab persoalan masyarakat dengan solutif.
“Beasiswa ke depan harus berbasis kebutuhan riil di lapangan, tidak hanya akademik. Bisa diarahkan pada profesi aplikatif seperti arsiparis, praktisi hukum, atau wirausaha teknis,” kata Hasan.
Selain itu, Hasan juga menyoroti pentingnya memperkuat sektor UMKM atau sektor informal sebagai instrumen ekonomi daerah yang kini digeluti banyak pemuda dan masyarakat. Ia mendorong agar GP Ansor turut terlibat dalam penguatan SDM dan ekonomi daerah.
“Pelatihan dan lokakarya dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Dalam rantai perdagangan, peran agregator sebagai penghubung antara produsen dan konsumen, terutama dalam membangun daya tarik pasar sangat penting, dan GP Ansor perlu menjadi bagian dari hal ini,” ujarnya.
Hasan mengatakan, DPRD berkomitmen akan bertahap menyelesaikan persoalan yang terjadi sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga legislatif. Saat ini, menurutnya masih terdapat sejumlah Peraturan Daerah (Perda) yang belum optimal.
Ia menyebut kondisi ini sebagai ‘Perda Mandul’ yang perlu diperkuat melalui aturan turunan, seperti Peraturan Bupati (Perbup) agar implementasinya lebih efektif.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.