SUARA CIREBON – Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Cirebon, sejak Selasa, 31 Maret 2026 siang hingga malam.
Fenomena ini dipicu isu rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 1 April pukul 00.00 WIB.
Salah seorang warga, Komar mengaku, rela mengantre demi mengisi penuh tangki bensin sepeda motornya sebelum harga baru diberlakukan. Langkah ini ia lakukan untuk mengantisipasi kebutuhan operasional kendaraannya dalam beberapa hari ke depan.
“Saya ikut antre untuk mengisi full tangki bensin. Kabarnya besok harga mulai naik, jadi ini untuk persiapan beberapa hari ke depan,” ujar Komar.
Selain kekhawatiran pribadi, Komar juga mengungkapkan kekhawatiran masyarakat luas bahwa kenaikan harga BBM ini nantinya akan memicu kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok lainnya.
“BBM naik otomatis harga barang yang lainnya juga naik,” katanya.
Seorang petugas SPBU di Kota Cirebon yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya isu penyesuaian harga BBM sebagai imbas geopolitik perang Iran versus Amerika-Isreal.
“Hari ini harga masih normal, mulai nanti malam jam 00.00, masuk tanggal 1 April ada penyesuaian harga,” kata dia.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, estimasi kenaikan harga BBM terjadi pada BBM subsidi dan nonsubsidi. Ada pun prediksi besaran kenaikan sebagai berikut, Pertalite dari Rp10.000 menjadi kisaran Rp15.000-Rp16.000 per liter. Pertamax dari Rp12.000 menjadi kisaran Rp16.000-Rp18.000 per liter.
Hingga berita ini dituliskan, antrean kendaraan di berbagai SPBU masih terpantau padat merayap. Sejumlah warga berusaha memanfaatkan sisa waktu sebelum pergantian hari untuk mendapatkan BBM dengan harga lama.
Sementara itu, pihak Istana memastikan, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi ataupun nonsubsidi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan tersebut diambil pemerintah berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengedepankan kepentingan rakyat.
“Setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” kata Prasetyo, dalam pernyataan resmi, Selasa, 31 Maret 2026.
Dengan demikian, Prasetyo menegaskan, tidak akan terjadi kenaikan atau penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.
Selain itu, Prasetyo mengimbau masyarakat tetap tenang.
“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat,” ujarnya.
Pemerintah, imbuh Prasetyo, menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat dengan harga terjangkau.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegasnya.
Prasetyo berharap penegasan ini dapat memberikan informasi yang lebih jelas dan akurat kepada masyarakat.
Sementara, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, meminta publik tidak berspekulasi sebelum ada pengumuman resmi dari Pertamina.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” tegasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.