SUARA CIREBON – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membongkar bangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan tempat usaha permanen lainnya yang berdiri di trotoar di sepanjang Jalan Fatahillah Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.
Camat Weru, Abdul Roup, menjelaskan, pembongkaran lapak PKL dan tempat usaha permanen tersebut, merupakan bagian dari upaya pembenahan saluran drainase yang menyempit akibat sedimentasi dan tertutup bangunan sehingga menyebabkan banjir.
mampet di sepanjang Jalan Fatahillah Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut kerap menyebabkan banjir, saluran yang menyempit akibat sedimentasi dan tertutup bangunan PKL serta tempat usaha permanen.
Menurut Camat Roup, penertiban tersebut untuk mengembalikan fungsi trotoar dan drainase yang mati selama puluhan tahun. Pemprov, lanjut Roup, berencana melebarkan saluran agar mampu menampung debit air yang lebih besar.
”Drainase sepanjang satu kilometer yang menyempit dan tidak berfungsi kini sudah mulai dibongkar untuk kemudian dipasang yudit guna memperlancar aliran air terutama saat hujan, agar tidak lagi terjadi banjir di Jalan Fatahillah Weru ini,” ujar Roup, Senin, 13 April 2026.
Pihaknya memastikan masyarakat baik PKL maupun pelaku usaha memahami program Pemprov Jabar dalam menata kawasan Weru yang menjadi etalase Kabupaten Cirebon tersebut. Menurutnya, normalisasi saluran drainase dan penataan trotoar akan dilaksanakan secara bertahap.
Roup mengimbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran drainase bisa berfungsi dengan baik.
“Masyarakat harus ikut mendukung dengan cara tidak membuang sampah ke saluran,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.