SUARA CIREBON – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) akan bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon. Sinergi ini untuk memastikan akurasi data saat sensus ekonomi nanti.
Hal ini disampaikan Ketua Kadin Kota Cirebon, Eti Herawati usai menggelar rapat bersama BPS terkait Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Gotrasawala Bappelitbangda, Kamis, 16 April 2026.
“Sebagai lembaga yang menaungi perusahaan besar hingga UMKM, kami siap menyukseskan sensus ekonomi 2026,” kata Eti kepada wartawan.
Eti menyampaikan, sensus ekonomi sangat penting untuk memastikan perkembangan ekonomi di Kota Cirebon. Mengingat kota ini sektor penunjang utama bergerak di bidang perdagangan dan jasa.
“Perkembangan ekonomi ini dinamis maka data sensus sangat penting untuk memastikan perkembangan ekonomi di Kota Cirebon,” tuturnya.
Ketua BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan, sensus ekonomi 2026 akan berlangsung dari bulan Mei sampai Agustus. Metode yang digunakan dengan mengisi e-form dan door to door ke pelaku usaha.
“Ada yang kami minta untuk isi e-form di website BPS dan ada yang kami datangi langsung agar datanya akurat,” ungkapnya.
Menurut Margaretha, sektor UMKM menjadi penunjang ekonomi di Jabar. Hampir 90 persen penggerak ekonomi adalah UMKM. Dengan sensus ini pihaknya berharap data yang ada bisa menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan.
“Poin yang akan disensus dari identitas diri sampai omset perhari. Semuanya akan kami data secara detail oleh petugas sensus,” ujarnya.
Kota Cirebon direncanakan menjadi daerah yang ditunjuk untuk kick off (memulai) sensus ekonomi di wilayah Ciayumajakuning.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.