SUARA CIREBON – Lembaga Pemasyarakatan Khusus (Lapasustik) Narkotika Kelas II Cirebon berkomitmen untuk membuat Lapas tetap kondusif dan steril dari penggunaan penggunaan handphone (HP) hingga peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).
Penegasan komitmen tersebut dibuktikan melalui ikrar seluruh pegawai Lapas yang dipimpin langsung Kepala Lapas Narkotika Kelas II Cirebon, Machda Landasny, Kamis, 16 April 2026.
Menurut Machda, komitmen tersebut juga dibuktikan dengan langkah konkret penggeledahan berkala di setiap kamar hunian warga binaan.
“Kami betul-betul berkomitmen, tidak ada pelanggaran hp apalagi narkoba peredarannya di dalam lapas,” ujar Machda usai memimpin ikrar.
Ia menegaskan, penggeledahan berkala hingga ikrar yang dilakukan oleh seluruh pegawai lapas narkotika ini untuk memastikan tidak ada pelanggaran penggunaan HP hingga peredaran narkoba di dalam lapas.
“Kami selalu berupaya memberantas hp maupun narkoba,” kata Machda.
Menurut Machda, pihaknya tidak akan segan untuk bertindak tegas kepada pegawai lapas yang kedapatan melanggar ketentuan tersebut. Ancaman sanksi pidana bahkan menanti pegawai yang bersangkutan jika terbukti melakukan pelanggaran.
“Bila memang itu pegawai yang bermasalah, kami akan tindak, akan di BAP dan dilakukan pembinaan lebih lanjut, dan (kami, red) bisa menjatuhkan yang bersangkutan dengan sanksi pidana,” tegasnya.
Jika pelanggaran tersebut dilakukan oleh warga binaan, pihaknya bakal mencabut hak remisi dan pembebasan bersyarat (PB). Warga binaan tersebut tidak akan mendapat remisi di momen hari kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang dan tidak diberikan PB.
“Jadi, yang sudah kita laksanakan selama ini adalah (razia, red) hp kemudian mengembangkannya, jangan sampai teregister F. Hukuman disiplin pada warga binaan itu register F, yaitu (bagi warga binaan yang sudah teregister F, red) tidak diberikan remisi dan PB,” ancamnya.
Machda menambahkan, Lapas Narkotika Kelas II Cirebon juga berkomitmen mendukung kemandirian warga binaan sebagai bekal ketika sudah kembali ke tengah masyarakat.
Setiap hari, para warga binaan mendapat pelatihan sejumlah program yang ada di dalam lapas. Mulai dari ketahanan pangan, seni membatik payung, membatik mug, pengolahan makanan hingga pembuatan sabun cair.
Bahkan, tak sedikit warga binaan yang kini telah merasakan manfaat program pembinaan dari Lapas tersebut. Mereka optimis bakal memanfaatkan ketrampilan yang didapat, sebagai bekal nanti ketika memulai kehidupan baru di tengah masyarakat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.