SUARA CIREBON – Seorang ibu rumah tangga penjual rujak ulek asal Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Machmudah (62) berhasil melunasi biaya ongkos naik haji (ONH) dan dipastikan akan berangkat tahun 2026 ini.
Machmudah menuturkan, keberangkatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, tidak lepas dari upaya yang telah ia lakukan sejak mendaftar pada tahun 2013 lalu. Sejak itu, Machmudah konsisten menyisihkan uang dari hasil berjualan rujak ulek untuk membayar ONH.
Biaya haji termasuk pelunasannya didapatkan dari hasil berjualan yang ia tabung selama bertahun-tahun. Meski kondisi fisiknya tidak fit, ia mengaku keinginannya untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci sudah tidak tertahankan.
Menurut Machmudah, keinginan untuk menunaikan rukun Islam ke lima ini berawal dari niat teguh yang tak tergoyahkan. Dari keteguhannya itu, ia mulai menyisihkan penghasilan dari berjualan rujak dan nasi untuk ditabung melalui sistem arisan dan tabungan harian. Ia pun berusaha konsisten untuk bisa menyisihkan Rp50.000 per hari.
“Untuk bisa menunaikan ibadah haji, saya usahakan Rp50.000 setiap hari. Dulu sih ikut arisan juga, seminggu Rp300.000,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Kendati demikian, Machmudah mengaku jumlah tabungannya tidak menentu tergantung kondisi pembeli yang datang. Jika pembelinya ramai, ia bisa menabung sesuai target yang ditentukan. Namun jika sepi, uang yang ia sisihkan hanya berupa sisa dengan nominal yang tidak menentu.
Menurutnya, berjualan bukan sekadar mencari nafkah, melainkan cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Setiap hari, Ibu penjual rujak ini sudah memulai aktivitasnya sejak subuh, jauh sebelum matahari terbit. Setelah melaksanakan salat berjemaah, ia langsung menyiapkan dagangan untuk dijajakan sebagai menu sarapan.
Kemudian sekitar pukul 08.00 pagi, ia mulai mengolah sayuran untuk rujak ulek yang menjadi andalannya hingga sore hari.
“Kalau orang duduk manis (diam saja), malah cepat sakit-sakitan. Tapi kalau jualan kan sehat, pikiran normal, dan uangnya ada,” ucapnya dengan nada bercanda.
Setelah mendaftar sejak tahun 2013, ia mengaku fokus melunasi sisa biaya pada tahun-tahun berikutnya. Hingga akhirnya, usaha yang konsisten tersebut berbuah manis. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei mendatang.
Persiapan fisik dan mental pun terus dilakukan, mulai dari menyiapkan pakaian, obat-obatan, hingga perlengkapan harian. Dari sejumlah persiapan tersebut, ia menilai yang paling utama adalah kesiapan batin. Karenanya, ia pun rutin mengamalkan istighfar dan solawat hingga ribuan kali setiap harinya.
Amalan tersebut ia lakukan baik di saat sedang duduk maupun saat sedang beraktivitas mengulek bumbu rujak untuk pelanggan.
“Sekarang lagi jalani amalan aja supaya dalam pemberangkatan sama kepulangan bisa lancar buat ibadah ke Sang Pencipta di sana (Mekkah, red),” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.