by

HKTI Berembuk Cari Solusi Pertanian

SUMBER, SC- Para petani pantura, khususnya wilayah barat Cirebon masih di hadapkan dengan permasalahan klasik, yakni kurangnya ketersediaan air ketika musim gaduh. Sebagian petani terpaksa menggunakan sistem pompanisasi untuk mencukupi kebutuhan air di area persawahan mereka.

Ketua Gapoktan Citra Mandiri, H Uug Khujaeni usai menghadiri konsolidasi pengurus Himpunan Kerukunan Tani dan Nelayan (HKTI) Kabupaten Cirebon, Senin (10/12/2018) di salah satu rumah makan kawasan Sumber mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan air pemerintah harus mengubah status pintu air sekunder menjadi induk. Pasalnya, dengan status pintu air menjadi induk, maka penyaluran air akan berjalan normal. Karena sistem induk tidak mengenal tata gilir air.

“Karena kalau induk itu tidak mengenal tata gilir air. Masalah air ini sangat rawan, sehinggakami mengusulkan untuk perubahan induk. Harus ada tiga khususnya di panturabarat,” ujarnya. 

Selain itu, Uug juga meminta kepada pengurus HKTI agar bisa menjaga lahan pertanian produktif dari gerusan industri seperti kandang ayam dan perumahan. “Jangan sampai lahan produktif disulap menjadi (peternakan) kandang ayam dan perumahan,” ucapnya.

Uug menengarai, saat ini lahan produktif yang beralih fungsi sudah mencapai sekira 50 hektare. “Untuk wilayah Gegesik, Arjawinangun dan Susukan lahan produktif yang beralih fungsi sebanyak 50 hektaran sih ada,” kata Uug.

Untuk itu, dia mendorong kepengurusan HKTI baru yang diketuai oleh H Imron Rosyadi agar ada manuver baru yang mendukung petani. “Ke depan di bawah kepemimpinan yang baru, RT/RW juga harus jelas. Jangan sampai nanti tidak tegas gara-gara yang datang (pengusaha) mata sipit,” kata Uug. 

Sementara itu, Ketua HKTI Kabupaten Cirebon yang dalam waktu dekat akan segera dilantik, H Imron Rosyadi mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi petani setelah ditunjuk menjadi ketua HKTI Kabupaten Cirebon.

“Mudah-mudahan dengan berkumpul ini akan diketahui konsep-konsep untuk membangun Kabupaten Cirebon. Artinya, bagaimana petani kita bisa sejahtera, kita cari tahu di sini,” ujarnya.

Menurut Imron, dengan berkonsolidasi mencari tahu permasalahan pertanian di Kabupaten Cirebon, dia meyakini akan ada solusinya. “Ini mudah-mudahan akan membawa maslahat bagi kita semua,” kata Imron.

Dijelaskan Imron, pertanian dimaksud mencakup pertanian secara luas termasuk petani garam dan nelayan. (Islah) 

Comment

News Feed