by

Perampok Gasak Rp44 Juta dari Minimarket

CIWARINGIN, SC- Minimarket yang berlokasi di samping SPBU Ciwaringin disatroni maling pada Jumat malam (13/12/2018) sekira pukul 22.20. Peristiwa itu terjadi saat toko sudah tutup.

Dua karyawan toko , NN dan AA yang masih di dalam toko usai menutup pintu, masing-masing ditodong pisau dan senjata. Di bawah ancaman senjata tajam (sajam) dan kondisi tangan terikat, kedua karyawan itu dipaksa menunjukkan lokasi brangkas toko.

Alhasil, setelah ditunjukkan brangkasnya dan menguras uang senilai Rp44 juta, pelaku juga menggasak uang dari meja kasir senilai Rp200 ribu. 

Menurut AA, peristiwa itu terjadi ketika toko sudah tutup sekira pukul 22.10. Saat itu, dia baru selesai menutup pintu rolling depan yang tidak tertutup penuh. Setelah itu, AA menutup pintu kaca lalu menuju gudang di bagian belakang untuk merapikan isinya.

Namun ketika keluar dari gudang, AA terkejut melihat rekannya, NN sudah ditodong pisau oleh pelaku. “Waktu saya balik lagi ke depan, teman saya sudah ditodong pakai pisau,” ujar AA.

Menurut AA, dalam kondisi tersebut pelaku berteriak meminta ditunjukkan lokasi brangkas seraya menodongkan pistol (diduga pistol mainan) ke arah AA. Bukan hanya menodongkan pisau ke NN, pelaku juga menyuruh NN mengikat tangan AA menggunakan kabel dan menutup matanya dengan lakban.

“Setelah tangan saya terikat, pelaku juga mengikat tangan-teman saya kemudian mengambil semua isi brangkas,” papar AA.

Dijelaskan, dirinya mengetahui isi brangkas telah raib setelah kondisi aman dan berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut. “Saya melihat brangkas sudah terbuka dan isinya sudah tidak ada,” ujar AA seraya menjelaskan, kondisi temannya yang saat itu masih terikat dengan mata tertutup.

Akibat kejadian tersebut, imbuh AA, uang perusahaan yang digondol pencuri sebanyak Rp44,2 juta. “Alat DVR kamera CCTV juga ikut diambil,” ungkapnya. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak Polsek setempat. 

Sementara itu, Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto melalui Kapolsek Ciwaringin, AKP Acep Anda SH membenarkan terjadinya tindak pencurian dengan kekerasan yang terjadi diwilayah hukumnya. Menurut kapolsek, berdasarkan keterangan dari karyawan toko tersebut, dimungkinkan pelaku mengambil uang dari brangkas setelah ditunjukkan oleh karyawan toko tersebut dan kondisi keduanya dalam keadaan terikat. Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.

“Itu kejadiannya malam hari, pada saat karyawan sudah menutup toko tersebut. Untungnya kejadian itu tidak memakan korban jiwa,” papar Kapolsek.

Guna mengungkap pelaku tindak pencurian dengan kekerasan, pihak Kepolisian terus melakukan penyelikan dan mendalami kasus tersebut. (Islah)

Comment

News Feed