by

Sampah di Pasar Buah Cipeujeuh Wetan Menggunung

KABUPATEN CIREBON, SC- Tumpukan sampah menggunung yang berlokasi di belakang kios Pasar Buah Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon dikeluhkan banyak pihak. Selain tercium aroma yang tidak sedap, tumpakan sampah ini juga dihawatirkan dapat menimbulkan berbagai penyakit sekaligus merusak pemandangan.

Salah satunya seperti disampaikan Firdaus. Pemilik rumah makan padang yang lokasinya hanya berjarak sekitar lima meter dari gunungan sampah tersebut menyampaikan, kondisi tersebut seakan dibiarkan dan tidak mendapat perhatian dari pihak terkait.

“Kami sudah lama mengeluhkan keberadaan sampah yang menggunung ini kepada pihak pemdes setempat. Harapnnya sampah yang menggunung ini segera diangkut dan dibersihkan, karena kami khawatir akan menimbulkan berbagai penyakit dan sangat tidak nyaman bagi pengunjung pasar maupun yang akan menyantap hidangan ditempat kami,” katanya kepada Suara Cirebon, Senin (29/6/2020).

Bahkan, menurut pedagang buah di pasar setempat, Jejen, tumpukan sampah tersebut sudah berada menggunung selama lebih dari satu tahun. ” Yang saya Tahu, sampah disini belum pernah diangkut selama kurang lebih satu tahun, makanya jadi menggunung. Dan kami tidak tahu siapa yang harus bertanggungjawab untuk persoalan sampah yang sampai saat ini dibiarkan dan semakin menggunung,” keluh Jejen.

BACA JUGA: Sampah Menumpuk di Sepanjang Sungai Sipe

Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Lemahabang, Bahrun menuturkan, pihaknya sudah memfasilitasi persoalan tersebut dengan Pemerintah Desa Cipeujeuh Wetan. Bahkan, surat untuk dinas terkait pun sudah dilayangkan pekan kemarin. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak.

“Sudah satu minggu kami layangkan surat kepada LH, tetapi sampai saat ini belum menerima jawaban. Seharusnya dinas terkait segera tanggap dengan persoalan sampah yang berlokasi di kios Pasar Buah Cipeujeh Wetan. Karena seperti yang terlihat, sampahnya sudah sangat menggunung. Namun demikian, mungkin keterlambatan tersebut dikarenakan kesibukan atau hal lainnya,” tegas Bahrun. (Agus)

Comment