by

Jasa Resepsi Pernikahan Kehilangan Penghasilan

KOTA CIREBON, SC – Pandemi Covid-19 telah merugikan para pelaku usaha, seperti pelaku jasa resepsi pernikahan, selama pandemi ini pemasukan yang dialaminya telah menurun, sehingga ada beberapa yang beralih sebagai penjual makanan riangan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi) Ciayumajakuning, Yoyoh Akodariah mengakui, dampak pandemi Covid-19 ini memaksa mereka harus kehilangan penghasilan.

“Kami kehilangan penghasilan selama empat bulan lamanya. Bahkan, ada 1.000 orang lebih yang terdiri dari crew hingga pemilik perusahaan harus kehilangan penghasilan,” kata Yoyoh, Rabu (1/7/2020).

Mereka mengusulkan penyelanggaraan resepsi pernikahan dengan pedoman protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Yoyoh yakin, dengan panduan penyelenggaraan resepsi pernikahan berbasis pembatasan interaksi dan jumlah pengunjung bisa mencegah penyebaran Covid-19 tanpa harus membatalkan acara resepsi pernikahan.

“Kami semua beralih menjual makanan dan menjual apa saja yang bisa menghasilkan, semua bertahan hidup. Selama empat bulan ini kami benar-benar zero income,” ujar Yoyoh.

Untuk itu pihaknya telah mendatangi dan mengadu kepada anggota DPRD Kota Cirebon, terkait persoalan tersebut, bahkan dirinya siap menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB menyampaikan, usulan tersebut akan dikomunikasikan dengan eksekutif.

“Aspirasi yang disampaikan oleh mereka ini dinilai sangat rasional, mengingat di sektor lain seperti pasar tradisional pun sudah diberlakukan relaksasi kegiatan perdagangan,” ujar kader Gerindra itu.

BACA JUGA: Pusat Jajanan di Kota Cirebon Kembali Buka

Tresna pun menyadari dampak dari penyebaran Covid-19 menghancurkan semua aktivitas kegiatan ekonomi. Sehingga perlu ada upaya agar mereka bisa kembali mendapatkan penghasilan secara normal.

“Mereka ingin mulai diizinkan kembali untuk mengadakan acara pernikahan. Pasar, mal dan cafe saja sudah bisa diizinkan. Apalagi mereka yang terkonsep sesuai protokol kesehatan,” katanya. (M. Surya)

Comment