KABUPATEN CIREBON, SC- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sudah tembus diatas angka 500. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon kembali melakukan langkah persiapan penanggulangan dengan mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan. Termasuk, pengurangan dan penambahan anggaran dibeberapa sektor sesuai kebutuhan.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni, mengatakan, pembahasan anggaran tersebut sedang dibahas di dalam rapat internal Dinkes. “Tadi kami membahas anggaran, sampai saat ini ada beberapa anggaran yang sudah habis dan ada anggaran yang masih banyak. Ini yang nanti rekeningnya dipindahkan, ada yang harus ditambahkan dan ada yang harus dikurangi,” ujar Enny usai kegiatan, Senin (14/9/2020)

Menurut Enny, mulanya anggaran awal yang tersedia untuk Dinkes sebesar Rp 39,6 miliar. Setelah ada bantuan operasional tambahan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 9 miliar, total anggaran yang ada di Dinkes mencapai Rp 43,450 miliar. Namun dalam perjalanannya, Enny memaparkan, anggaran tersebut mengalami beberapa perubahan. Diantaranya, untuk memperkuat tim yang tergabung di dalam PSC19, mengingat semakin banyaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

“PSC19 kan tadinya hanya untuk pasien yang memang betul-betul harus dirujuk dan tidak terkait dengan Covid-19, tapi dengan adanya pandemi ini PSC19 pun akhirnya sangat sibuk merujuk pasien Covid-19. Sehingga tim sudah kewalahan. Dari jumat kemarin itu tim PSC19 sudah betul-betul kewalahan, sehingga harus ditambah tenaga perawatnya,” papar Enny.

Ia menjelaskan, rencana penambahan paramedis tersebut akan segera diajukan kepada Pemda. Karena, Dinkes masih membutuhkan 10 perawat dan 6 sopir untuk menambah tim PSC19 menjadi tiga tim. Nantinya, tiga tim PSC19 bisa bekerja selama 24 jam non stop dengan sistem shift.

Dalam rapat internal tersebut, kata dia, pihaknya juga membahas perkembangan Covid-19 dan beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi untuk keselamatan kerja para Nakes. “Kemudian untuk kebutuhan APD, kita juga akan ada penambahan APD untuk teman-teman yang ada di 60 puskesmas. Kemudian kita juga coba ajukan untuk tempat isolasi mandiri untuk Nakes, tapi tempatnya kita masih minta saran dari Pemda,” terang Enny.

Disampaikan Enny, Dinkes ingin agar Pemda menyiapkan satu hotel yang harganya terjangkau namun strategis untuk dimanfaatkan oleh Nakes yang harus melakukan isolasi. “Karena ada Nakes yang kadang terpapar dari masyarakat atau pasien dan akhirnya harus isolasi mandiri. Sementara kalau isolasi dirumah itu kan ada keluarga, anak istri atau suami,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Enny, Dinkes juga membutuhkan kendaraan yang lebih besar untuk merujuk pasien Covid-19 yang bisa memuat 5 sampai 10 orang untuk satu kali rujukan. Enny menyebut, ambulan yang ada saat ini dinilai terlalu kecil, terlebih dengan intensitas rujukan yang cukup tinggi. “Kita juga akan ajukan obat-obatan, seperti vitamin D, vitamin E, obat anti virus dan anti biotik,” papar Enny.

Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, Enny menyebut masih membutuhkan anggaran untuk pengadaan disinfektan. Karena sebelumnya, anggaran untuk pengadaan disinfektan sudah habis. Saat ini, Dinkes membutuhkan disinfektan untuk melakukan penyemprotan disejumlah perkantoran di lingkungan Pemkab Cirebon. “Minta ditambah, karena perkantoran yang dulu sudah disemprot, sekarang disemprot lagi. Untuk yang lainnya, seperti pengadaan VTM aman karena kita dibantu oleh provinsi,” ungkapnya. (Islah)