KABUPATEN CIREBON, SC- Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Di Kabupaten Cirebon, gerakan tersebut dilakukan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetyani Heryawan di Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Sabtu (12/9/2020).

Netty menyampaikan, mengingat gerakan tersebut dilaksanakan dimasa pandemi Covid-19, maka kegiatan dilakukan secara bertahap dengan hanya menghadirkan 200 orang dari target 1000 orang. Kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Karena pada masa pandemi ini kita tidak boleh membuat kerumunan, maka kita membuat per angkatan 200 orang, ini akan mencapai angka 1000 orang yang mendapat sosialisasi,” ujar Netty.

Kegiatan tersebut, kata Netty, dihadiri oleh sejumlah Kuwu, diantaranya Kuwu Klangenan, Bungko, Buntet, Wargabinangun, Slangit, Palir, hingga Lurah Tukmudal. Selain itu, ada juga undangan yang terdiri dari berbagai kelompok seperti kelompok guru, tokoh agama, ibu rumah tangga dan kader PKK.

“Kita harapkan dari 1000 orang yang mendapat sosialisasi secara langsung ini, mereka menjadi agen perubahan yang akan terus menyebarluaskan dan melakukan diseminasi informasi kepada kelompok masyarakat baik di lingkungan terdekat, keluarga, kerabat, organisasi termasuk juga yang memiliki simpul massa,” kata Netty.

Menurut Netty, mereka adalah simpul massa yang bisa memperluas informasi tentang protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 ini. Yaitu dengan melaksanakan 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Bukan hanya itu, di dalamnya juga ada tujuh pilar gerakan masyarakat hidup sehat mulai dari melakukan aktivitas fisik, makan sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, memeriksakan kesehatan, menjaga kesehatan lingkungan dan menggunakan jamban sehat.

Ia menyampaikan, kehadirannya di Kabupaten Cirebon juga untuk memastikan masyarakat bisa menjaga dirinya karena pandemi Covid-19 ini betul-betul menjadi penyakit baru yang sangat menular dan mematikan. Sehingga, mau tidak mau harus menyadari bahwa mereka adalah garda terdepan.

“Jadi sebelum bicara layanan kesehatan tentu yang harus bergerak menggunakan protokol kesehatan ya masyarakat itu sendiri. Tenaga kesehatan, layanan kesehatan itu sebagai benteng terakhir ketika memerlukan pertolongan dan layanan kesehatan,” paparnya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni. Menurutnya, mencegah penyebaran Covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas semua elemen termasuk didalamnya, masyarakat. Dalam penerapan disiplin menerapkan protokol kesehatan ini, kata Enny, harus.dilakukan secara bersama-sama dan kompak.

Menurut Enny, jika ada warga, siapapun orangnya, yang kedapatan tidak memakai masker, maka warga lainnya boleh menegur. “Itu kan untuk kebaikan, bukan hanya tugas Dinkes. Termasuk Wartawan juga, kalau ada masyarakat yang tidak memakai masker harus mau menegur. Tapi tentu dengan cara baik-baik agar jangan sampai mereka salah persepsi,” jelas Enny.

Ia menjelaskan, hal itu harus dilakukan mengingat kondisi saat ini berbeda dengan masa PSBB. Dimana, ketika satu orang terkonfirmasi positif Covid-19, hasil tracingnya tidak ditemukan anggota keluarga pasien yang turut positif. “Sekarang banyak Orang Tanpa Gejala (OTG), setelah AKB ini seolah-olah kembali lagi (normal).Padahal AKB itu ya harus menjalankan tiga M,” papar Kadinkes.

Bahkan, imbuh Enny, di dalam lungkup keluarga pun masyarakat harus tetap memakai masker. Karena, ketika suami pergi dan bertemu banyak orang, saat pulang kerumah bisa jadi tertular virus corona. Itu berarti menularkan virus juga kepada anak dan istrinya.

“Maka untuk lebih memastikannya, kita segera swab, agar kita tahu. Swab dilakukan paling tidak pada saat kita kontak dengan positif, segera swab. Kalaupun hasilnya positif, berarti kita tahu lebih dini. Sehingga harus segera melakukan treatmen dan pencegahan kepada masyarakat,” terangnya. (Islah)