CIREBON, SC- Wisuda online Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon diwarnai aksi unjuk rasa dari sejumlah wisudawan kampus setempat, Kamis (24/9/2020). Aksi yang digelar di depan Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan (FITK) ini dilakukan saat Sidang Senat Terbuka Online Wisuda Sarjana dan Magister XXI berlangsung.

Salah satu peserta aksi, Diki menjelaskan, selain menyoroti transparansi dana wisuda online, mereka juga memrotes pelaksanaan acara tersebut yang dianggap belum optimal karena terdapat banyak gangguan teknis saat geladi bersih.

“Wisuda online di IAIN (Cirebon) ini saya rasa belum clear dan belum jelas, persiapannya masih amburadul. Pada saat kemarin saat gladi bersih sampai tiga kali login karena memang banyak sekali gangguan, yaitu suara sound yang tidak terdengar jelas lalu jaringan kurang bagus terus kesiapan panitia teknisnya yang masih acak-acakan,” ucapnya kepada Suara Cirebon, Kamis (24/9/2020).

BACA JUGA: 892 Mahasiswa IAIN Cirebon Diwisuda Secara Online, Tetap Menjadi Momen yang Istimewa dan Berkesan

Diki menegaskan, selain sistem dan anggran, pihaknya juga menuntut pelaksanaan wisuda dapat diselenggarakan secara offline. Pasalnya, imbuh dia, untuk biaya wisuda mahasiswa dikenakan biaya sekitar Rp600 ribu.

“Tuntutan kami selain transparansi dana dan konsep wisuda, kami pingin adanya wisuda offline baik dari pihak jurusan maupun fakultas, karena kita rasa untuk anggaran online itu tuh uang kita gak kepake. Kita mau audiensi dengan Pak Rektor langsung minta persetujuan,” tutur dia.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, kegiatan wisuda tersebut telah berjalan sesuai agenda dengan sistem online dengan diikuti 892 mahasiswa dari 3 fakultas dan pascasarjana dengan sah.

Namun, imbuh rektor, pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan beberapa mahasiswa yang menginginkan pelaksanaan wisuda tersebut dilangsungkan secara offline.

BACA JUGA: Daftar Agenda Besar IAIN Cirebon, Tahun 2034 Jadi Destinasi Pendidikan Islam Dunia

“Mereka mahasiswa yang menuntut wisuda offline kami tidak bisa, karena kita berkoordinasi dengan pihak lain. Yang kedua kami mengikuti regulasi pemerintah, ketiga peserta wisuda ini tersebar seluruh Indonesia. Itu sangat sulit untuk menerima izin dari Satgas Covid Kota Cirebon,” jelasnya.

Sumanta memaparkan, untuk Wisuda XXI IAIN Syekh Nurjati yang tidak bisa diselenggarakan secara di hotel ini dikarenakan situasi pandemi yang menjadi hambatan. “Serta perizinan dari Satgas Covid Kota Cirebon sendiri tidak keluar untuk memberi izin wisuda offline kepada kami,” pungkasnya. (Fikri)