by

“Cakra Buana” Jadi Nama Stadion Watubelah Setuju?

SUMBER, SC- Pemkab Cirebon menargetkan pembangunan tribun barat dan timur stadion Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon selesai hingga akhir Desember tahun 2019 ini. Namun sampai saat ini Pemkab Cirebon belum memiliki calon nama untuk stadion tersebut.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Drs Samsuri mengatakan, pemberian nama untuk stadion yang masih dalam proses pembangunan itu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu.

Pasalnya, sebagian besar anggaran untuk pembangunannya berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. “Kami belum memiliki calon nama stadion, karena proses pembangunannya masih berjalan. Untuk target pembangunan tribun barat dan timur itu akhir Desember 2019, dan itu pun masih belum selesai,” ujar Samsuri.

Menurut Samsuri, proses pembangunan masih harus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Pihaknya akan mendorong kelanjutan pembangunannya agar bisa dilaksanakan pada tahun 2020 nanti.

“Mudah-mudahan bisa dilanjutkan di tahun 2020, tapi kabarnya sih tahun 2020 tidak ada (lanjutan pembangunan). Nanti kita coba dorong agar bisa dilanjutkan di tahun 2020,” kata Samsuri.

Kendati demikian, Samsuri mengaku setuju jika stadion itu kelak diberi nama Cakra Buana. Selain identik dengan Kabupaten Cirebon, nama Cakra Buana juga dinilai sebagai sebuah nama yang bertuah.

Nama Cakra Buana dinilai akan bisa membawa Kabupaten Cirebon, khususnya bidang olahraga sepakbola mejadi lebih maju.

“Nama Cakra Buana bagus, namanya bertuah. Sesuai namanya mudah-mudahan bisa memberi kemajuan bagi Kabupaten Cirebon khususnya bidang olahraga sepak bola,” tutur Samsuri.

Sementara, pemerhati sepakbola yang juga sebagai Ketua Bidang Organisasi KONI Kabupaten Cirebon, Sutardi Raharja,mengatakan, penggunaan nama Cakra Buana untuk stadion Watubelah sangat tepat sekali.

Pasalnya, nama Cakra Buana diyakini mempunyai makna yang baik dan akan membawa nama baik Kabupaten Cirebon.

“Sangat bagus, artinya kalau menggunakan nama-nama sesepuh para pendahulu Cirebon lainnya juga bagus, untuk mengingatkan,” kata Sutardi Raharja yang akrab disapa Tardi Gondrong.

Menurutnya, pemberian nama stadion memang harus dipersiapkan dari sekarang sebelum stadion rampung dibangun. Pemilihan nama juga, kata Tardi Gondrong, harus menyerap aspirasi dari berbagai elemen mulai dari penggemar sepakbola, pemerhati, Organisasi sepakbola, DPRD, Dinas terkait dan lainnya.

Sedangkan untuk nama lainnya seperti Gunungjati, Tardi memastikan nama tersebut tidak bisa digunakan. Karena selain terlalu panjang, nama Gunungjati juga sudah menjadi nama sebuah klub sepakbola Cirebon.

“Harus ada urun rembuk melibatkan semua elemen dan duduk bersama satu meja. Apapun namanya, barangkali nanti ada masukan dari semua elemen, maka akan lebih bagus. Dan memilih nama stadion sebaiknya harus melihat artinya juga. Karena nama itu akan membawa Cirebon ke depan,” terangnya. (Islah)

Comment