by

BLT DD Tahap Dua di Kabupaten Cirebon Cair Pekan Depan

KABUPATEN CIREBON, SC- Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) akan segera dicairkan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon memastikan, pada pekan ini DD sudah masuk ke rekening masing-masing desa.

Kepala Seksi Administrasi Pemerintahan dan Keuangan pada Bidang Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Cirebon, Sunanto mengatakan, untuk penyaluran BLT kali ini pemerintah telah melakukan relaksasi percepatan pencairan DD. Percepatan pencairan anggaran tersebut sekaligus untuk mempercepat penyaluran BLT.

Menurut Sunanto, relaksasi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Desa. “Jadi untuk BLT tahap kedua nanti tidak ada persyaratan untuk pencairan. Kami hanya meminta bukti SK pencarian BLT di tahap awal saja,” ujar Sunanto, Rabu (24/6/2020). 

BACA JUGA: Perbup Sudah Diteken Bupati Cirebon, Payung Hukum BLT DD Sedikit Lagi Selesai

Dia menjelaskan, DD tahap pertama sesuai dengan PMK 50 tahun 2020 juga menyebutkan bahwa pencairannya hanya 40 persen. Dengan rincian, pencairan pertama 15 persen, kedua 15 persen dan tahap ketiga 10 persen. “Tapi untuk BLT-nya 10 persen, yang 5 persennya untuk kebutuhan desa lainnya,” papar Sunanto.

Begitupun dengan DD tahap kedua, pencairannya sama, yakni 40 persen. Namun pencairan BLT tahap kedua nanti berbeda dengan pencairan tahap pertama. Untuk pencairan pertama 5 persen, kedua 5 persen dan ketiga 5 persen.

Sesuai amanat PMK Nomor 50 tahun 2020 dan Permendes Nomor 6 tahun 2020, kata Sunanto, setiap kepala keluarga menerima sebesar Rp600 ribu. Akan tetapi di dalam Peraturan Bupati (Perbup) telah diperbolehkan dilakukannya Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Artinya, penyaluran boleh tidak sesuai dengan ketentuan PMK, demi menjaga kondusifitas daerah.

BACA JUGA: Polresta Cirebon Akan Terjunkan Personel Saat Penyaluran BLT

Pasalnya, imbuh Sunanto, jumlah warga miskin baru itu tidak bisa di deteksi. Sehingga, daerah memberi kebijakan melalui musdesus. “Masyarakatnya ingin seperti apa? Maka kearifan lokal yang lebih kita ditonjolkan, jangan sampai ada masalah jadi masalah lagi,” ucapnya.

Oleh karena itu, agar kondusifitas daerah tetap terjaga Sunanto berharap agar pihak pemerintahan desa gencar menyosialisasikan hasil musdesus tersebut. Agar masyarakat tidak ada yang saling curiga. (Islah)

Comment