by

Terus Bertamba, Satu Warga Kota Cirebon Positif Covid-19 Lagi

KOTA CIREBON, SC- Kasus positif Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Kota Cirebon terus bertambah. Per hari ini, Jumat (26/6/2020) jumlah kasus positif di Kota Udang ini menjadi 4 orang, yakni dari warga RW 10 Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi 3 orang, dan 1 orang dari Pamitran, Kejaksan.

Sebelumnya, pada Rabu, (24/6/2020) satu orang juga terkonfirmasi positif hasil test swab massal yang diikuti sebanyak 64 warga RW 10 Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi beberapa hari sebelumnya.

Munculnya 3 warga RW 10 Kelurahan Sunyaragi yang positif, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon telah memutuskan, wilayah setempat naik status menjadi zona merah.

Dikatakan Ketua Divisi Operasi Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon, dr Edy Sugiarto, pasca terpaparnya 3 warga setempat di RW 10 Kelurahan Sunyaragi sudah melakukan Pembatasan Sosial Bersekala Mikro (PSBM).

BACA JUGA: Sunyaragi Zona Merah, Panjunan Zona Biru

“Di RW setempat sudah melakukan PSBM, jadi mereka sudah siap bentuk gugus tugas Covid-19 ditingkat kelurahan sampai ke RT atau RW,”ujar Edy, kepada Suara Cirebon, Jumat (26/6/2020).

Selain itu Edy mengungkapkan, bertambahnya satu warga Pamitran Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon yang telah terpapar Covid-19 ini tidak pernah ada riwayat perjalanan jauh ke daerah-daerah episentrum Covid-19.

Akan tetapi lanjut dia, satu pasien tersebut, hasil rujukan dari salah satu rumah sakit yang ada di Cirebon, sebab setelah melakukan tes rapid di salah satu RS di Cirebon, pasien tersebut menunjukkan reaktif

“Dia tuh hasil swab dari Diklat BKKBN, hasil rujukan dari rumah sakit yang ada di Cirebon hasil rapid nya positif hari Selasa kemarin dia tes swab dan hasilnya positif,”ungkap Edy.

BACA JUGA: Hasil Swab Massal, 1 Lagi Warga Sunyaragi Kota Cirebon Positif

Tak hanya itu, Edy juga mengungkapkan satu pasien positif Covid-19 di RW 10 Kelurahan Sunyaragi yang belum lama ini terpapar telah melakukan isolasi secara mandiri.

“Ia dianya minta isolasi mandiri karena orang tanpa gejala (OTG), tapi sangat ketat dia tidak boleh keluar sama sekali semua tetangganya menjamin dia tidak boleh kemana-mana,” pungkasnya. (M Surya)

Comment