by

Gerakan Bisa, Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Pariwisata

KABUPATEN CIREBON, SC- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya meningkatkan pemulihan ekonomi pada sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, melalui gerakan bersih, indah, sehat, dan aman (BISA) yang diterapkan pada objek wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwiasata, Pemuda, dan Olahraga (Disbuudparpora) Kabupaten Cirebon, Hartono, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Nana Mulyana, mengatakan, guna meningkatkan perekonomian rakyat hal tersebut dibutuhkan adanya kebijakan melalui statemen yang dibangun terkait hal tersebut.

“Kebijakan yang berkembang apakah condong terhadap perekomian rakyat atau tidak,”ujar Nana kepada Suara Cirebon, kemarin.

Menurutnya, dalam hal ini Pemkab Cirebon telah condong mendukung perekonomian rakyat terhadap semua sektor.

“Yang belum jalan yaitu pendidikan dan satunya bidang Disbudparpora, salah satunya di bidang pariwisata. Ruang lingkup secara kemitraan ada hotel, hiburan malam, destinasi kuliner, dan atraksi serta lainnya termasuk kelompok sadar wisata yang bisa membangun,”ungkapnya.

Ia menegaskan, fungsi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sangatlah penting, sebab mereka bisa membangun melalui gerakan BISA sebagai satu kesatuan yang bisa menopang perekonomian.

“Kalau pariwisata di Kabupaten Cirebon maju otomatis perekonomian juga akan naik, dan kenapa dasar pariwisata yang menjadi patokan,  maka semua liding akan merasakan gerakan wisata itu. Dan itu semua para konsumen wisatawan melihat mana yang bisa menjamin, bersih, indah, sehat dan aman,” paparnya.

BACA JUGA: Disiapkan Jadi Pengganti Batik Merah Pemkab, Batik Mande Praja Caruban Mulai Dipakai Desember

Ia menyebutkan, saat ini di Kabupaten Cirebon ada 5 kecamatan yang sudah melakukan pelatihan Pokdarwis. Ia berharap, adanya Pokdarwis bisa membina pelestarian lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pokdarwis bisa di sekolah, TK, PAUD bagaimana mengajarkan membuang sampah, mencuci tangan menjaga kebersihan lingkungan, jadi bukan (hanya, Red) di destinasi (wisata, Red), akan tetapi di seluruh desa yang menjadi desa wisata tadi,” pungkasnya. (Joni)

Comment