by

Komisi IV Minta PT Chinli Serap Tenaga Kerja Lokal

KABUAPTEN CIREBON, SC- Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan PT. Chinli Plastic Material Indonesia (Chinli 1) dan PT. Chinli International Footwear Material Indonesia (Chinli 2) yang berada di Desa Tenjomaya dan Desa Damarguna, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/8/2021). Kunjungan anggota Komisi IV DPRD tersebut, terkait rencana rekrutmen karyawan di kedua perusahaan tersebut.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, H Mahmudi mengatakan, kunjungan kerja ke lokasi proyek pembangunan PT Chinli 1 dan PT Chinli 2 itu untuk melihat langsung (survei) kondisi lapangan investasi yang masuk di Kabupaten Cirebon.

“Tujuannya adalah saat ada investor, Pemerintah Kabupaten Cirebon jangan sampai tidak tahu kondisi dan keadaannya,” kata Mahmudi.

Menurutnya, saat dilakukan pengecekan, pihak perusahaan mengaku siap kerja sama dengan Pemkab Cirebon, termasuk meneken MoU terkait rekrutmen karyawan, jaminan kesehatan karyawan. Untuk rekrutmen karyawan, pihaknya menekankan harus mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Kami berharap agar cara rekrutmen ketenagakerjaan harus terdata melalui Dinas Ketenagakerjaan sehingga Pemkab Cirebon mengetahui beberapa tenaga kerja yang sudah terserap dan berapa pengangguran yang sedang masih mencari pekerjaan,” terangnya.

Terkait mulai kapan untuk pelaksanaan rekrutmen karyawan dilakukan, Mahmudi menjelaskan, jika dari hasil keterangan pihak perusahaan, untuk PT. Chinli 2 akan mulai rekrutmen karyawan pada bulan Januari- April 2022 mendatang.

BACA JUGA: Disnakertrans Monitoring PPKM Darurat di Perusahaan Esensial

Sementara, lanjut Mahmudi, untuk PT Chinli 1 masih menunggu sampai dengan penyelesaian pembangunan dahulu karena belum bisa mengestimasi berapa kebutuhan serapan tenaga kerjanya. Namun dari kebutuhan yang akan dilakukan secara bertahap untuk PT Chinli 2 serapannya antara 800-1000 tenaga kerja. Sedangkan PT Chinli 1 di awal rekrutmen dikisaran 100 karyawan, karena dominasi penggunaan mesin.

“Dalam hal ini tenaga kerja akan lebih didominasi  tenaga kerja perempuan, karena dari sisi keuletan dan ketekunan dalam etos kerjanya, mayoritasnya ya perempuan,” pungkasnya. (Baim)

Comment