by

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr Neneng Hasanah: Satu Kasus Positif Omicron Masih Jalani Karantina di Jakarta

KABUPATEN CIREBON, SC- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon sudah menyiapkan sejumlah Rumah Sakit (RS) untuk perawatan pasien Covid-19 varian Omicron. Langkah antisipatif tersebut dilakukan, menyusul bertambahnya kasus positif Omicron di Indonesia.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Hj Neneng Hasanah mengatakan, seluruh RS di Kabupaten Cirebon sudah disiapkan untuk perawatan kasus Omicron. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus Omicron di Kabupaten Cirebon.

“Jumlah bed sebagai antisipasi itu ada 395 bed. Itu karena sudah ada kebijakan, kalau terjadi lonjakan (kasus Omicron, red) maka masing-masing RS itu meningkatkan bed 30 persen. Tapi pada saat kasusnya turun kita konversi lagi untuk yang non Covid-19,” ujar Neneng, Selasa (11/1/2021).

BACA JUGA: Dihadiri Spiderman hingga Maskot Polantas, Murid SD Kenanga dan Tukmudal Kabupaten Cirebon Tak Takut Divaksin

Namun, dari sejumlah RS yang sudah disiapkan pihaknya, ada beberapa RS yang proporsi bed-nya berbeda seperti di RSUD Waled, Kecamatan Waled. Nantinya, di RS tersebut proporsi tempat tidurnya tidak diperuntukkan semua bagi pasien Covid-19. “Jadi secara kesiapan Insya Allah seluruh RS di Kabupaten Cirebon siap,” kata Neneng. 

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu terdapat satu kasus suspek dan satu orang positif omicron di Kabupaten Cirebon. Keduanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah pulang dari luar negeri. “Memang ada satu orang suspek setelah pulang dari Turki dan satu orang positif, juga pulang dari luar negeri,” papar Neneng.

Untuk satu kasus suspek tersebut, lanjut Neneng, sudah menjalani karantina di Jakarta dan sudah dinyatakan negatif Covid-19. Saat ini yang bersangkutan sudah kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Cirebon. Sedangkan untuk satu kasus positif Omicron, saat ini masih menjalani karantina di Jakarta. “Yang masih menjalani karantina┬ádi Pasar Rumput Jakarta ada satu orang, itu setelah pulang dari luar negeri karena positif omicron tapi yang bersangkutan tanpa gejala. Jadi yang bersangkutan belum ada kontak karena pulang ke Indonesia langsung di karantina,” jelasnya.

BACA JUGA: Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Targetkan Vaksinasi Covid-19 Anak Selesai 17 Januari

Dengan adanya satu warga Kabupaten Cirebon yang terkonfirmasi Omicron tersebut, Neneng berharap satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan desa harus memperkuat pemantauan dan tetap menerapkan 5 M. Meskipun pihaknya sudah mendapatkan informasi kedatangan PMI langsung dari pihak Bandara.

“Jadi, informasinya sudah langsung nge-link dengan Dinkes. Kalau ada yang pulang ya ketahuan, mulai dari negara tempat PMI bekerja sampai asal desanya. Disana PMI langsung dikarantina dan jalani pemeriksaan,” pungkasnya. (Islah)

Comment